1. Prinsip dasar menendang bola
2. Prinsip dasar menahan bola (Trapping)
3. Prinsip dasar menggiring bola (Dribbling)
4. Prinsip dasar gerak tipu
5. Prinsip dasar menyundul bola (heading)
6. Prinsip dasar merebut bola (Tackling)
7. Prinsip dasar lemparan ke dalam (Throw-in)
*. Dalam hal menendang bola sudah dipelajari semester ganjil adalah menendang dengan kaki bagian dalam dan menendang dengan punggung kaki. dimana kala kita menendang dengan kaki bagian dalam maka kita akan memutar kaki kearah luar dan perkenaan kaki dengan bola terjadi pada tengah kaki bagian dalam. Sedangkan bila posisi kaki diluruskan serta dikencangkan adalah cara menendang dengan punggung kaki. Masing -masing tehnik menendang mempunyai kelebihan dan kekuarangan. Menendang dengan kaki bagian dalam tingkat keakuratan pada sasaran sangat baik hanya saja tendangannya tidak akan keras dan jauh sedangkan bila menggunakan punggung kaki kelebihannya boleh menendang dengan jauh tapi dalam hal ketepatan kurang akurat.
*. Pada semester genap ini dilanjutkan dengan materi menendang bola dengan kaki bagian luar. ketika kita menendang memakai kaki bagian luar caranya dengan memutar kaki yang akan dipakai untuk menendan diputar ke arah dalam dan perkenaan kaki terjadi pada bagian luar. mengenai kelebihan dari cara menendang denganpunggung kaki bagian luar adalah menghasilkan tendangan yang jauh tapi tidak terlalu akurat.
*. Dalam permainan bola kita melihat semua pemain dapat melakukan semua tehnik dasar dengan baik ini adalah hasil dari latihan yang teratur yang dilakukan. Menahan bola pada saat ini akan kita bicarakn tentang
Sepak bola
|
Induk
organisasi
|
|
|
Nama
lain
|
Football, soccer, footy/footie,
"the beautiful game", "the world game"
|
|
Pertama
dimainkan
|
Pertengahan abad ke-19 di Inggris
|
|
Data
lengkap
|
|
|
Olahraga
kontak fisik
|
Ya
|
|
Jumlah
pemain
|
11 orang per tim
|
|
Pria/wanita
|
Ya, kompetisi terpisah
|
|
Kategori
|
Olahraga tim, Olahraga bola
|
|
Peralatan
|
Bola sepak
|
|
Tempat
bertanding
|
Lapangan sepak bola
|
|
1900
|
|
Sepak bola adalah cabang olahraga yang
menggunakan bola yang dimainkan
oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang. Memasuki abad
ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200
negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia.[1][2][3][4] Sepak bola
bertujuan untuk mencetak gol
sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk
persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum, hanya penjaga
gawang saja yang
berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam
daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan menggunakan
seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk
menendang, dada untuk
mengontrol, dan kepala untuk
menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan
adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka
dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu
penalti, tergantung
dari format penyelenggaraan kejuaraan.[5]
Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap
tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga
menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.[6]
Daftar isi
Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan
-3 sebelum Masehi di Cina.[7] Di masa Dinasti
Han tersebut,
masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[7] Permainan
serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan
Kemari[8]. Di Italia, permainan
menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.[8]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi
sangat digemari.[7] Di beberapa
kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan
sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada
tahun 1365.[7] Raja James I
dari Skotlandia juga mendukung
larangan untuk memainkan sepak bola.[7] Pada tahun
1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di
lingkungan universitas dan sekolah.[7] Kelahiran
sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11
sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[8] Bersamaan dengan
itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak
bola (soccer).[8] Pada tahun
1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[7] Selama tahun
1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara
Inggris ke berbagai belahan dunia.[7] Pada tahun
1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun
1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.[7]
Posisi pemain
Penjaga gawang dalam sepak bola.
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga
gawang, 2-4 orang pemain
bertahan, (fullbacks),
2-4 orang pemain
tengah, dan 1-4 orang
penyerang.[9] Penjaga gawang
adalah satu-satunya pemain yang boleh menggunakan tangan untuk melindungi
gawang dari serangan lawan.[9] Umumnya,
penjaga gawang mengenakan pakaian yang berbeda dengan pemain lainnya.[9] Pemain
bertahan memiliki tugas utama untuk menghentikan serangan lawan.[9] Pemain tengah
biasanya terdiri dari pemain tengah penyerang yang bermain dekat dengan
penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan pemain bertahan.[9] Penyerang
memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.[9]
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi
berbagai pola atau taktik permainan.[10] Beberapa pola
pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering
digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di bagian tengah
lapangan), serta 4-3-3 (formasi
klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total football
Belanda dan Jerman
Barat ).[10]
Aturan
Lapangan sepak bola.
Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak
bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120
meter dan lebar 65-75 meter.[11] Di bagian
tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat
berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter.[11] Di bagian
depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang.[11] Area ini
merupakan batas kiper boleh
menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran
mendapatkan hadiah tendangan
pinalti atau tidak.[11]
Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit,
ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak.[11] Jika kedudukan
sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat
pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.[11] Wasit dapat
menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari
waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang
membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini
disebut sebagai injury time atau stoppage time.[11]
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung
menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya
menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun
tidak (tidak mempengaruhi skor akhir).[11] Pada akhir
tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB)
memberlakukan sistem gol
emas (golden gol)
atau gol
perak (silver gol)
untuk menyelesaikan pertandingan.[11] Dalam sistem
gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu
berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin
pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang.[11] Kedua sistem
tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.[11]
Pelanggaran
Wasit sedang memberikan kartu kuning.
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras
maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah.[12] Pertandingan
akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian
mencatat namanya di dalam buku.[12] Kartu kuning
merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara
terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda
memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan
wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan
tendangan bebas atau lemparan ke dalam.[12] Pemain yang
menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari
pertandingan.[12]
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari
pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya.[12] Beberapa
contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang
membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan
kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola
dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan
menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang
berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .[12]
Wasit dan petugas pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang
memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim
garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan.[13] Wasit memiliki
peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola.[13] Dia juga
bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di
lapangan.[13] Masing-masing
penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan.[13] Mereka membawa
bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar,
ataupun offside.[13] Biasanya
mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.[13]
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua
waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info
mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak.[13] Petugas ini
juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer
tim dengan wasit.[13] Dalam beberapa
pertandingan, teknologi penggunaan video atau
penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai
digunakan.[13] Misalnya yang
menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain
berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.[13]
Kejuaraan Internasional
Permainan sepak bola wanita.
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala
Dunia yang
diselenggarakan oleh Fédération Internationale de
Football Association (FIFA).[14] Piala Dunia
diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930.[14] Pencetus ide
tersebut adalah Jules
Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang
terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.[14]
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa
America yang
mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika
Selatan setiap dua
tahun sekali.[15] Copa America
pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya
membentuk The South American Football Confederation (Conmebol).[15] Untuk wilayah Amerika
Utara, The
Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football
(CONCACAF) menyelenggarakan
kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF.[16] Di kawasan Asia, termasuk
Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC),
mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala
Asia.[17] Pada tahun
1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk
pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut
sebagai UEFA European Championship (Piala
Eropa atau EURO).[14] Di wilayah Oseania (meliputi Selandia
Baru, dan berbagai Kepulauan
Pasifik), kompetisi
international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala
Oseania.[18] Untuk wilayah
Afrika, kompetisi Piala
Afrika mulai diadakan
sejak 1957 di Khartoum.[19]
Sepak bola di Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan
berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19
April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo.[20] Dalam kongres
PSSI di Solo, organisasi
tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.[20] Sejak saat
itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak
rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat
Kompetisi I Perserikatan diadakan.[21] Sebagai bentuk
dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku
Buwono X mendirikan stadion
Sriwedari yang membuat
persepakbolaan Indonesia semakin gencar.[21]
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu
memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan
organisasi dan kompetisi.[21] Pada era
sebelum tahun 1970-an, beberapa
pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan
Liong Houw.[21] Dalam
perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di
antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk
pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir.[21] Selain itu,
PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam
kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).[21]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar