PERKEMBANGAN USIA REMAJA
A. Perkembangan Jasmani
Sejak
lahir, jasmani seseorang terus
tumbuh berkembang, baik dalam bentuk badan dan ukuran-ukuran badannya, maupun
dalam daya kerjanya. Pertumbuhan dan perkembangan ini berjalan terus sampai
seseorang menjadi dewasa, ialah pada umur sekitar 25 tahun. Akan tetapi perkembangan
jiwa seseorang, di antaranya perkembangan kecerdasan seseorang, tidak berhenti
Dalam umur 25 tahun. Sebab perkembangan jiwa atau
kecerdasan seseorang mungkin masih dapat berlangsung terus sesuai dengan
kemampuan masing-masing.
Pertumbuhan
jasmani dan pertumbuhan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor atau keadaan, seperti berikut ini.
1. Faktor Keturunan
Artinya bila orang tuanya besar-besar, mungkin
sekali anak-anaknya juga besar-
besar. Kalau orang tuanya tinggi,
anaknya juga tinggi. Kalau orang tuanya pandai, anaknya juga cerdas. Walaupun menurut hukum keturunan (hukum
genetika, tidak selalu dapat demikian halnya).
2. Faktor Pembawaan
Artinya, perkembangan seseorang sudah ditentukan pula oleh keadaannya selama di dalam kandungan. Misalnya ada anak-anak yang lahir
dengan kelainan-kelainan pada bagian tubuhnya, seperti busung kepala atau hydrocephalus, bibir sumbing,
langit-langit yang terbelah, perkembangan jaringan otak yang tidak sempurna, dan
macam-macam cacat jasmani lainnya.
3. Faktor Luar
Faktor
luar ini penting sekali diperhatikan. Sebab kalau sebagai akibat faktor
keturunan dan faktor pembawaan manusia tidak dapat berbuat banyak, maka manusia
pada hakekatnya dapat mengendalikan faktor luar yang sangat berpengaruh bagi
perkembangan jasmaninya.
Faktor luar yang perlu mendapatkan perhatian adalah
sebagai berikut:
Kualitas
gizi manusia sejak di dalam kandungan, dan pada masa-masa pertumbuhan
selanjutnya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan jasmani
dan kecerdasan. Para ahli berpendapat bahwa kekurangan protein atau zat putih telur pada waktu anak-anak dapat mempengaruhi pertumbuhan kecerdasan.
a.
Gangguan kesehatan
Anak-anak
yang sering sakit sudah barang tentu akan terganggu pula pertumbuhan badannya.
Lebih-lebih penyakit yang menahun.
b.
Rangsangan
Dengan
latihan-latihan jasmani atau berolahraga
jasmani akan dirangsang untuk tumbuh menjadi lebih kuat dan sehat. Orang-orang
yang kurang gerak jasmaninya akan menjadi lemah dan tidak tahan menghadapi
serangan berbagai penyakit.
Tabel 1: Hubungan antara umur, berat
badan, dan tinggi badan (untuk anak di Indonesia)
Umur Tahun
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
||
Berat (Kg)
|
Tinggi (Cm)
|
Berat (Kg)
|
Tinggi (Cm)
|
|
Lahir
|
3,0
|
50,0
|
3,0
|
50,0
|
1 Tahun
|
8,1
|
71,3
|
7,6
|
71,3
|
2 Tahun
|
9,6
|
79,4
|
9,3
|
78,4
|
3 Tahun
|
11,4
|
86,4
|
11,0
|
85,3
|
4 Tahun
|
13,0
|
93,5
|
12,6
|
92,5
|
5 Tahun
|
14,4
|
101,9
|
14,2
|
100,0
|
6 Tahun
|
15,8
|
108,8
|
16,2
|
105,7
|
7 Tahun
|
16,6
|
109,5
|
16,7
|
109,5
|
8 Tahun
|
18,9
|
114,1
|
17,5
|
114,5
|
9 Tahun
|
20,9
|
117,0
|
20,0
|
120,4
|
10 Tahun
|
22,0
|
125,1
|
21,9
|
125,9
|
11 Tahun
|
23,9
|
128,2
|
24,7
|
129,6
|
12 Tahun
|
26,9
|
131,5
|
28,4
|
136,8
|
13 Tahun
|
29,1
|
137,4
|
32,6
|
141,4
|
14 Tahun
|
33,0
|
143,0
|
37,0
|
146,8
|
15 Tahun
|
40,0
|
151,3
|
40,6
|
149,8
|
16 Tahun
|
43,3
|
157,2
|
42,5
|
152,2
|
B. Pertumbuhan,
Perkembangan, Kebutuhan serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak Usia Sekolah
ertuPmbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dipengaruhi oleh (interaction)
dan keputusan-keputusan
yang diambilnya setiap saat, sehingga merupakan suatu proses
yang dinamis. Ada beberapa
tahap (stadium)
tertentu di dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan ini, tetapi setiap orang tumbuh dan
berkembang dipengaruhi oleh faktor-faktor keturunan,
lingkungan dan pengalaman- pengalaman pribadi.
Berikut
ini akan diuraikan beberapa sifat-sifat dari pertumbuhan dan perkembangan anak
usia sekolah dengan menunjukkan kebutuhan kesehatan siswa sehingga dapat dibuat
bimbingan, pendidikan dan pelajaran-pelajaran yang akan diberikan pada anak
usia tertentu.
Umur 6-14 Tahun:
1. Perkembangan jasmani
aer.kemP bangan jasmani relatif lambat dibandingkan dengan perkembangan pada usia sebelumnya.
b.
Adanya pertumbuhan bola mata, sehingga ada kemungkinan terjadinya gangguan penglihatan pada masa ini.
c.
Kerangka tulang belakang serta ligament
masih lemah, sehingga
perlu dijaga sikap duduk dan berdiri yang baik.
d.
Masa pubertas yang terjadi pada akhir masa ditandai dengan
adanya pertumbuhan badan yang sangat cepat.
e.
Telah tampak tenda-tanda permulaan masa adolesensia (masa remaja), pada
anak laki-laki suara membesar, pada anak perempuan membesarnya buah dada serta haid pertama.
f.
Perkembangan jasmani sangat dipengaruhi oleh lingkungan mental dan sosial.
e2r.kePmbangan jiwa, emosi, sosial dan intelek
a.
Mulai
belajar menghitung, membaca dan menulis, sudah mulai mengadakan konsepsi, simbolisasi
dan belajar mengadakan komunikasi.
b.
Dimulai suatu perkembangan ”kepribadian sosial”
dan mulai menyadari konsep-konsep hidup, (concience, moralitas dan norma kehidupan).
c.
Pada masa pubertas
(12-14), energi meluap-luap, avonturisme
dan hubungan dengan orang lain masih canggung.
d.
Nilai religi
(agama), etik dan estitik belum mendalam.
3eb. utKuhan (Requirements)
ua.mlaJh makanan yang cukup serta mempunyai nilai gizi yang tinggi.
b.
Latihan-latihan jasmani
dan istirahat yang cukup serta teratur.
c.
Tindakan-tindakan
pencegahan penyakit.
d.
Di dalam dan di luar lingkungan
keluarga (sekolah,
kepramukaan dan sebagainya),
perlu diberi kesempatan untuk dapat memperkembangkan
kepribadiannya
yang meliputi segi sosial dan moral.
4ak. toFr-faktor yang mempengaruhi
a.
Masalah gizi
yang antara lain disebabkan oleh faktor emosionil.
b.
Penyakit.
c.
Masalah gigi
berupa antara lain malloclussion, crowding.
d. Kontak lingkungan lebih luas sehingga dapat
menimbulkan konflik- konflik karena
perubahan-perubahan yang dialaminya.
Mesa Adolesensia (Masa
Remaja)
1. Perkembangan jasmani
a.
Fungsi
organ-organ endoktrin telah mencapai kesempurnaan.
b.
Penambahan jaringan lemak di
bawah kulit (subkutan) lebih banyak pada wanita
dari pada anak laki-laki.
c.
Jaringan otot-otot pada anak laki-laki lebih berkembang dari
pada jaringan otot pada anak
perempuan.
2er.kePmbangan jiwa, emosi, sosial dan intelek
ak. toFr yang penting
ialah perhatian terhadap seks, yang memengaruhi hubungan dengan kawan dari jenis kelamin yang lain.
b.
Pemikiran sudah kritis, juga terhadap kewibawaan orang tuanya.
c.
Emosi belum mencapai suatu stabilisasi tertentu dan perlu adanya simpati
dan
nasehat-nasehat.
d.
Mulai memisahkan diri dari orang tua dan mencari
pergaulan dengan teman-teman sebayanya.
e.
Ada aktivitas
dan experimental sosial.
f.
Melalui
proses identifikasi dan imitasi
dibangkitkan dan dikembangkan
cita-cita muluk dan aspirasi-aspirasi yang tinggi,
perlu adanya
identification figure yang baik.
3eb. utKuhan (Requirements)
ear.lukDainpadanya pengertian dari orang tua dan keluarga, ten tang proses perkembangan dan sifat-sifat tertentu
pada anak masa peralihan ini sulit
bagi kedua belah pihak, orang tua maupun
anak.
be.rlu Ppenanggapan secara perorangan, jangan disamaratakan semua anak, tanpa mengabaikan faktor-faktor di
luar diri mereka.
c.
Perlu bantuan dalam meringankan setiap
tekanan (stress) baik fisik maupun mental.
d. Diberikan pendidikan tentang kesehatan dan sex yang diatur dan diselenggarakan secara bijaksana, termasuk pengetahuan biologik dari fungsi alat kelamin.
a4k. toFr-faktor yang mempengaruhi
au.ranKg pengertian, pengetahuan
serta perhatian
tentang kesehatan, dapat
menimbulkan bermacam-macam penyakit, cidera akibat ke- celakaan, anemia,
penyakit kulit, TBC, kekurangan gizi, obesitas, problem-problem psikologi, problem-problem seks dan lain-lain.
b.
Adaptasi sosial yang tidak berhasil, menimbulkan bermacam-macam tingkah
laku dan perbuatan yang tidak baik, konflik dan
cara-cara kehidupan yang tidak harmonis dalam
keluarga lambat laun dapat menimbulkan gangguan mental, neurosis, psikosis,
narkotika, dan lain-lain.
c.
Kehidupan spirituil yang baru berkembang dapat berubah-rubah me- nurut situasi kondisi dan waktu serta dapat menimbulkan penye- lewengan atau tindakan ekstrem.
![]() |
Kehidupan spirituil yang baru berkembang dapat berubah-rubah me- nurut situasi kondisi dan waktu serta dapat menimbulkan penye- lewengan atau tindakan ekstrem.
Gambar
9.1 Pertumbuhan manusia dari balita hingga manula
5. Usaha-Usaha yang perlu
dikerjakan untuk Memenuhi Kebutuhan
aen. didPikan kesehatan termasuk di dalamnya tentang perkawinan dan kehidupan keluarga.
b.
Pemeliharaan kesehatan badan, termasuk pencegahan penyakit.
c.
Bimbingan dalam belajar
dan aktivitas extra kurikuler.
d.
Pendidikan ketrampilan (vocational training).
e.
Usaha bimbingan
dan nasehat bagi pelajar.
f.
Olahraga
kesehatan.
g.
Pendidikan tentang bahaya-bahaya lingkungan.
C. Ciri-Ciri Anak Sehat dan Tanda-Tanda Gangguan
Kesehatan
1. Ciri-ciri anak sehat
ua.mbTuh dengan baik, dapat
dilihat dari naiknya berat badan
dan tinggi
badan secara teratur, dan proporsional.
b.
Tangkas, gesit dan gembira.
c.
Mata bersih
dan bersinar.
d.
Nafsu makan
baik, percenaan baik, bibir dan lidah segar,
pernafasan tidak berbau.
e.
Senang melakukan olahraga dan menikmati masa istirahatnya secara
teratur.
f.
Kulit dan
rambut bersih dan tidak kering.
g.
Tidak
mempunyai perasaan tertekan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan
lingkungannya.
h.
Perkembangan jasmani
dan rohani sesuai
dengan tingkatan umur
dan kelamin.
2an. daT-tanda gangguan kesehatan
eaa. daKan umum
1)
kesan umum jelek.
2) sikap tubuh yang
buruk.
3) lekas lelah.
4) sangat gemuk/kurus.
5) kurang bersemangat, lekas lelah.
6) kebiasaan makan yang kurang baik.
7) kesulitan dalam
membaca/mendengar.
8) tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan sehat..
b.
Mata
1)
sering
mengedipkan/mengusap mata.
2) mata berair, banyak kotoran.
3) peradangan mata.
4) mata juling.
5) mata melihat terlalu dekat/jauh.
c.
Telinga
1)
berdengung-dengung.
2) Pekak (pendengaran berkurang).
3) berair/nanah.
4) sering
merasakan sakit di telinga.
5) bengkak
bawah telinga (gondongan).
du.ng Hdaind mulut
1)
ingus
meleleh, berdarah.
2) sukar bernafas dari hidung.
3) sering pilek.
4) kerongkongan sakit.
5) tonsil membesar.
6) tidur
dengan mulut terbuka.
7) mulut berbau.
8) gigi berlobang.
9) gusi berdarah.
e.
Tingkah laku
1)
gelisah.
2) gerakan-gerakan tak terkendali.
3) ring bertengkar, tidak kooperatip.
4) gangguan berbicara.
5) Bering ke kamar kecil.
6) mencuri (kleptomania).
f.
Sering tak
masuk sekolah karena
1)
sering
masuk angin.
2) sakit kepala.
3) sakit gigi.
4) malas bersekolah.
g.
Tanda-tanda
kurang gizi
1) timbangan
berat badan terus menurun, atau dalam jangka waktu tertentu tidak kunjung naik.
2) mata cekung, lingkaran biru sekitar mata, kelopak/selaput mata pucat.
3) roman muka yang tegang atau lemah.
4) otot lembek, lekas lelah, pucat.
5) sikap badan yang buruk.
6) pemarah,
sikap masa
bodoh (apathis).
D.
Pemanfaatan
Waktu Luang untuk Kesehatan
1.
Gerak badan
“Mens Sana in Corpore Sano” artinya
“Dalam tubuh yang
sehat terdapat jiwa
yang sehat”. Salah satu cara
untuk menunjang tercapainya pepatah tersebut adalah dengan berolahraga. Gerak
badan yang tepat dan teratur sangat berguna untuk kesegaran jasmani dan
kesehatan tubuh.
Untuk
orang yang bekerja dengan pikiran dan sedikit menggerakkan tubuhnya akan
mendapat gangguan penyakit tertentu. Oleh sebab itu, seharusnya kita melakukan
olahraga di waktu senggang.
Dampak
berolahraga untuk tubuh antara lain:
a.
Otot-otot
tubuh dengan baik dan serasi serta ada
kelenturan yang baik.
b.
Pertumbuhan
dan perkembangan bagian-bagian badan
yang harmonis.
c.
Memperbaiki otot-otot usus sehingga peristaltik (gerakan) usus teratur
dan baik, serta menghilangkan sembelit.
d.
Memperbaiki
sirkulasi darah (peredaran darah).
e.
Pernapasan dalam dan cepat sehingga
paru-paru jadi sehat;
dan dapat melakukan fungsinya dengan baik.
f.
Pembakaran hidrat
arang dan lemak dengan baik, sehingga napsu makan baik dan
pengeluaran kotoran sempurna.
g.
Sebagai
variasi, serta rekreasi yang akibatnya secara tidak langsung tercermin dalam air muka yang cerah dan banyak senyum.
2ek. reRasi
Rekreasi atau ”re-creation” berarti
kesukaan atau kesenangan. Pengertian lain adalah
menciptakan kembali, mengembalikan sesuatu
yang keluar atau hilang.
Banyak macam olahraga yang dijadikan suatu rekreasi, misalnya: berburu,
memancing, dan sehagainya.
Banyak juga kegiatan yang dapat dijadikan
rekreasi, misalnya :
darmawisata, ke taman margasatwa,
ke museum, ke desa yang
tenteram, dan istirahat di gunung. Kegiatan-kegiatan itu untuk mengembalikan energi yang
hilang ataupun menyegarkan
pikiran dan penjernihan perasaan yang kalut. Hubungannya
dengan kesehatan pribadi ialah didapatkan kesegaran jasmani maupun kesehatan mental kembali, sehingga dapat mengerjakan
pekerjaan (tugas) sehari-hari dengan tenaga baru dan
pikiran yang jernih.
3.
Istirahat
Istirahat
tidak hanya mengurangi aktivitas otot, akan tetapi juga meringankan ketegangan
pikiran, dan menenteramkan rohani. Istirahat dapat dipenuhi dengan bermacam
cara, misalnya: mendengarkan radio, menonton televisi, mengobrol dengan teman,
tidur-tiduran, melihat perlombaan, membaca
buku bacaan/ majalah, dan lain
sebagainya.
Guna
istirahat bagi tubuh antara lain:
a.
Melepaskan lelah.
b.
Memberi kesempatan pada tubuh untuk membentuk kekuatan baru, sebab waktu istirahat sel sel dalam tubuh menghisap zat-zat makanan yang
ada dalam darah untuk membina kekuatan
kembali.
c.
Menambah
kesegaran dan kekuatan.
d.
Memperpanjang
umur sel-sel tuhuh.
Waktu dan lamanya istirahat
a.
Di antara
jam kerja atau belajar (pagi hari lebih kurang jam 10.00 waktu istirahat 10 -
15 menit.
b.
Siang hari,
sebelum makan siang, waktu istirahat 15 – 20 menit sesudah makan waktu
istirahat 30 – 60 menit.
c.
Sore hari,
sebelum makan 60 menit, sesudah makan 60 menit.
d.
Malam hari,
sebelum tidur 60 menit.
Akibat kurang istirahat : kelelahan, sukar
tidur, gampang terkena penyakit, makan kurang nafsu, sukar bung
air besar, sakit otot-otot, dan
gangguan kerja kelenjar-kelenjar tubuh.
4. Tidur
Tidur sebaiknya
pada malam hari lamanya 6 jam. Tidur adalah cara
yang paling baik untuk mendapatkan istirahat. Bila kurang tidur,
kesehatan tubuh kita dapat terganggu.
Hanya sedikit orang yang dapat hidup
dengan tidur yang kurang. Akibatnya kurang tidur pada tubuh begitu terasa, akan tetapi lama kelamaan akan
semakin terasa akibatnya.
Gejala-gejala
umum dari kurang tidur antara lain : kelopak mata sayu, pucat, muka muram dan
juga pucat, badan lemah, kurang kegairahan bekerja, mala, dan lain-lain.
Usaha-usaha agar dapat tidur dengan baik:
iad.ur
tdalam satu kamar, tidak terlalu sesak oleh barang-barang dan tidak pula
terlalu penuh.
b.
keadaan
di dalam kamar haruslah rapih dan bersih, demikian pula alat yang dipakai untuk tidur.
c.
perasaan yang tenang, usahakanlah menghilangkan gangguan pikiran dan tidak gelisah.
d.
ventilasi
yang baik (sebaiknya ventilasi silang), bukan berarti jendela- jendela harus
dibuka mengusahakan ventilasi yang baik.
e.
kamar tidak terlalu panas,
temperatur kamar tidak lebih dari 68ºF. Temperatur kamar yang baik antara 65 dan 68°F, hal ini
juga tergantung dari temperatur luar (kering atau berangin).
Dampak
rasa lelah antara lain:
a.
mempengaruhi
pusat syaraf yang terlihat dengan:
lekas pusing, tersinggung, bingung, gugup dan tidak tenang, berpikir lambat,
kurang dapat menguasai diri.
b.
kurang
semangat, perhatian tidak dapat terpusat pada sesuatu pekerjaan.
c.
kurang
daya tahan menyebabkan mudah diserang penyakit
infeksi.
d.
pertimbangan
kurang sempurna, sukar tidur, pusing.
Macam-macam
kelelahan:
a.
lelah
jasmani (karena bekerja berat).
b.
lelah
rohani (banyak belajar tanpa istirahat, berbagai macam persoalan yang susah dipecahkan).
E.
Pola-Pola
Hidup Sehat
Usaha kesehatan pribadi
adalah daya upaya dari seorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat
kesehatannya sendiri.
1.
Usaha-usaha tersebut berikut ini.
aem.
elMihara kebersihan
1)
Badan : mandi, gosok gigi, cuci tangan dan sebagainya.
2)
Pakaian
: dicuci, disetrika.
3) Rumah dan lingkungannya :
disapu, buang sampah, buang kotoran dan air limbah pada tempatnya.
b.
Makanan
yang sehat
Bersih, bebas dari bibit penyakit, cukup kualitas dan
kuantitasnya.
c.
Cara hidup yang teratur
1)
Makan,
tidur, bekerja dan beristirahat
secara teratur.
2)
Rekreasi
dan menikmati hiburan pada waktunya.
d.
Meningkatkan
daya tahan tubuh dan kesemaptaan jasmani
1) Vaksinasi
untuk mendapatkan kekebalan
terhadap penyakit-penyakit tertentu.
2)
Olahraga
: aerobik secara teratur.
e.
Menghindari
terjadinya penyakit
1) Menghindari kontak dengan
sumber penularan penyakit baik yang berasal dari penderita maupun sumber-sumber lainnya.
2)
Menghindari
pergaulan yang tidak baik.
3)
Selalu
berpikir dan berbuat baik.
4)
Membiasakan diri untuk mematuhi aturan-aturan kesehatan.
ef.ningMkatkan taraf kecerdasan dan kerohanian.
1) Patuh
pada ajaran agama.
2) Cukup
santapan rohani.
3) Meningkatkan pengetahuan
baik dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan, menuntut ilmu di bangku sekolah ataupun dengan belajar dari pengalaman hidup.
g.
Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat
1) Adanya
sumber air yang baik.
2) Adanya
kakus yang sehat.
3) Adanya tempat buang sampah dan air limbah
yang baik.
4) Adanya
perlengkapan PPPK untuk
menanggulangi kecelakaan/sakit yang mendadak.
h.
Pemeriksaan kesehatan
1) Secara periodik, pada
waktu-waktu tertentu walaupun merasa sehat.
2) Segera memeriksakan diri
bila merasa sakit.
Penilaian Pelajaran 9
Penilaian Pengetahuan Tugas Individu
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau
d yang merupakan jawaban paling benar. Kerjakan di rumah dan dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
1er.tumP buhan jasmani dan pertumbuhan kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor atau keadaan,
kecuali . . . .
a.
keturunan b. pembawaan
c. faktor luar d. faktor lingkungan
2.
Para ahli
berpendapat bahwa kekurangan protein atau zat
putih telur pada waktu anak-anak dapat mempengaruhi
pertumbuhan . . . .
a.
emosional b. tubuh
c. kecerdasan d. daya tahan
3.
Orang-orang yang kurang
gerak jasmaninya akan
menjadi lemah dan
tidak tahan menghadapi serangan
berbagai penyakit. Hal ini merupakan faktor dari luar yang memengaruhi
. . . .
a.
keadaan gizi b. pertumbuhan fisik
c. rangsangan d. gangguan
kesehatan
4.
Perkembangan jasmani
pada usia 6 – 14 tahun relatif
lambat dibandingkan dengan
perkembangan pada . . . .
a.
usia sebelumnya b. usia
10 – 16 tahun
c. usia 14 – 18 tahun d. usia 16 – 20 tahun
5.
Perkembangan jasmani
pada usia 6 – 14 tahun sangat
dipengaruhi oleh . . . .
a.
lingkungan mental b. lingkungan sosial
c. lingkungan sosial dan fisik d. lingkungan mental dan sosial
6.
Energi
meluap-luap, avonturisme dan hubungan dengan orang lain masih canggung. Hal ini perkembangan jiwa, emosi, sosial,
dan intelektual pada masa . . . .
a.
anak-anak b. pubertas
c. remaja d. dewasa
7.
Masa
pubertas berkisar usia antara . . . .
a.
10 – 12 tahun b. 12
– 14 tahun
c. 13
– 15 tahun d. 14 – 17 tahun
8.
Fungsi
organ-organ endoktrin telah mencapai kesempurnaan. Hal ini merupakan
perkembangan jasmani pada masa
a.
anak-anak b. pubertas
c. remaja d. dewasa
9.
Faktor yang penting ialah perhatian terhadap sex,
yang mempengaruhi hubungan dengan kawan
dari jenis kelamin yang lain.
Hal ini perkembangan jiwa,
emosi, sosial, dan intelektual pada masa . . .
.
a.
anak-anak b. pubertas
c. remaja d. dewasa
10. Yang tidak termasuk ciri-ciri anak sehat di berikut ini adalah
. . . .
a.
tangkas,
gesit dan gembira b. mata
bersih dan bersinar
c. kulit dan rambut bersih d. memiliki sikap terampil
11.
“Men
Sana in Copore Sana” artinya . . . .
a.
pikiran yang sehat terdapat
dalam pola hidup yang sehat
b. pikiran yang sehat terdapat
dalam perilaku yang sehat
c.
pola hidup yang sehat terdapat dalam perilaku yang sehat
d. pikiran yang sehat terdapat
dalam badan yang sehat
12.
Menciptakan
kembali, mengembalikan sesuatu yang keluar
atau hilang, merupakan makna dari . . . .
a.
kebugaran jasmani b. olahraga
c. rekreasi d. gerak badan
13.
Istirahat
dapat dipenuhi dengan macam-macam cara . . .
.
a.
bersepeda santai b. membaca buku
c. melihat televisi d. tidur-tiduran
14.
Lamanya
waktu tidur sebaiknya pada malam hari lamanya . . . .
a.
6 jam b. 8 jam
c. 10 jam d. Tidak ada
ketentuan
15.
Daya upaya dari seseorang demi seorang
untuk memelihara dan mempertinggi
derajat kesehatannya sendiri
dinamakan . . . .
a.
usaha kesehatan b. usaha
kesehatan masyarakat
c. usaha kesehatan lingkungan d. usaha
kesehatan pribadi
Baw. abJ lah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! Kerjakan di rumah
dan kumpulkan pada pertemuan berikutnya!
1el.askJan yang dimaksud dengan perkembangan dan pertumbuhan seseorang.
2.
Tuliskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jasmani dan pertumbuhan
kecerdasan seseorang.
3.
Tuliskan perkembangan
jasmani pada masa remaja.
4.
Tuliskan perkembangan jiwa, emosi, sosial dan intelek
pada masa remaja.
5.
Tuliskan kebutuhan
yang diperlukan pada masa remaja.
6.
Tuliskan faktor-faktor
yang memengaruhi pada masa remaja.
7.
Tuliskan usaha-usaha
yang perlu dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan.
8.
Tuliskan ciri-ciri
anak sehat.
9.
Tuliskan tanda-tanda
gangguan kesehatan pada anak-anak.
10.
Jelaskan makna dari “Mens Sana in Copore
Sano”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar