Keselamatan
di Jalan Raya
Bab X
Langkah-langkah
salah satu usaha mengurangkan tingkat kecelakaan jalan raya adalah dengan
memberi pendidikan tentang peraturan di jalan raya kepada siswa. Contohnya
melalui mata pelajaran PKJR [Pendidikan Keselamatan Jalan Raya], siswa
diberikan informasi tentang maksud simbol-simbol pada papan keselamatan jalan
raya dan langkah-langkah keselamatan yang harus diambil ketika berada di jalan
raya.Ini dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga
keselamatan di jalan raya. Di samping itu, kita hendaklah menjadi pengguna
jalan raya yang baik tertib dan mematuhi peraturan yang ada.
![]() |
Meningkatnya
kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang di- akibatkan
bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumberdaya untuk pembangunan
jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama
di banyak negara. Telah diakui bahwa usaha benar diperlukan bagi penambahan kapasitas, dimana akan diperlukan metode efektif
untuk perancangan dan perencanaan agar didapat nilai terbaik bagi suatu pembiayaan dengan mempertimbangkan biaya
langsung maupun keselamatan dan dampak ling- kungan.
Jaringan jalan
raya merupakan prasarana transportasi darat yang memegang per- anan yang sangat
penting dalam sektor perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa.Keberadaan jalan raya sangat
diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi
seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana
transpor- tasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan
sentra produksi pertanian.
Namun keselamatan lalu lintas merupakan suatu program untuk menurun- kan angka kecelakaan beserta
seluruh akibatnya, karena kecelakaan mengakibatkan pemiskinan terhadap keluarga
korban kecelakaan , karena sebagian besar kejadian kecelakaan lalu lintas
diakibatkan karena faktor manusia, sehingga langkah untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya pengguna sistem lalu
lintas dapat dilakukan melalui:
1. Pendidikan
a) Pendidikan mulai berlalu lintas sejak seorang
anak masuk sekolah taman kanak-kanak
b)
Penyuluhan
melalui media masa
c)
Pusat
Pendidikan Keselamatan Lalu Lintas (PPKL)
2. Perbaikan peraturan perundangan
a)
Tata cara mengemudi
b)
Penegakan hukum
A. Pengertian Jalan
Berdasarkan UU RI
No 38 Tahun 2004 tentang jalan,
disebutkan jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala
bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang
diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air,
kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel;
Sedang berdasarkan UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan
Jalan yang diundangkan setelah UU No 38 mendefinisikan jalan
adalah seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap
dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu
lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di
bawah permukaaan tanah dan/atau air, serta
di atas permukaan air, kecuali jalan
rel dan jalan kabel.
![]() |
Prasarana lalu
lintas dan angkutan jalan adalah ruang lalu lintas, terminal dan perlengkapan
jalan yang meliputi marka, rambu, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat
pengendali dan pengaman pengguna jalan, alat pengawasan dan pengamanan jalan
serta fasilitas pendukung.
B. Pengertian Jalan
Raya
Jalan raya ialah jalan utama yang menghubungkan satu kawasan dengan
kawasan yang lain. Biasanya jalan besar ini mempunyai ciri-ciri berikut.
1.
Digunakan
untuk kendaraan bermotor
2.
Digunakan
oleh masyarakat umum
3.
Dibiayai
oleh perusahaan Negara
4.
![]() |
Penggunaannya diatur oleh undang-undang pengangkutan
Sumber:
malesbanget.com
Gambar 10.1 Jalan Raya
C. Pengertian Keselamatan di Jalan Raya
Suatu upaya
mengurangi kecelakaan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebab kecelakaan,
seperti prasarana, faktor sekeliling, sarana, manusia, dan rambu atau
peraturan.
D. Klasifikasi Jalan Raya
Berdasarkan
Undang-undang No. 38 jalan dapat diklasifikasikan menjadi 2,
yaitu
jalan menurut fungsi, terdiri dari :
1.
Jalan Arteri
a.
Jalan Arteri
Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antarkota jenjang kesatu yang
berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kedua (R. Desutama. 2007). Jika ditinjau dari peranan jalan maka
![]() |
persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Primer
adalah sebagaimana berikut.
1)
Kecepatan
rencana > 60 km/jam.
2)
Lebar badan
jalan > 8,0 m.
3)
Kapasitas
jalan lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata.
4)
Jalan masuk
dibatasi secara efisien sehingga kecepatan rencana dan
kapasitas
jalan dapat tercapai.
5)
Tidak boleh
terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
6)
Jalan primer
tidak terputus walaupun memasuki kota.
b.
Jalan Arteri
Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan
sekunder kesatu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan kawasan
sekunder lainnya atau kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder
kedua. Jika ditinjau
dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Arteri Sekunder sebagaimana di
bawah ini.
1) Kecepatan rencana > 30 km/jam.
2) Lebar jalan > 8,0 m.
3)
Kapasitas
jalan lebih besar atau sama dari volume lalu lintas rata-rata.
4)
Tidak boleh
diganggu oleh lalu lintas lambat.
2.
Jalan Kolektor
Jalan Kolektor
Primer adalah ruas jalan yang menghubungkan antarkota kedua dengan kota jenjang
kedua, atau kota jenjang kesatu dengan kota jenjang ketiga. (R. Desutama. 2007). Jika ditinjau dari
peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Kolektor Primer
adalah seperti berikut.
1) Kecepatan rencana > 40 km/jam.
2) Lebar badan jalan > 7,0 m.
3)
Kapasitas
jalan lebih besar atau sama dengan volume lalu lintas rata-rata.
4)
Jalan masuk dibatasi secara
efisien sehingga kecepatan rencana dan kapasitas
jalan
tidak terganggu.
5)
Tidak boleh
terganggu oleh kegiatan lokal, lalu lintas lokal.
6)
Jalan
kolektor primer tidak terputus walaupun memasuki daerah kota.
Jalan
Kolektor Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan
![]() |
sekunder kedua dengan kawasan
sekunder lainnya atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan
sekunder ketiga. Jika ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus
dipenuhi oleh Jalan Kolektor Sekunder adalah :
a)
kecepatan
rencana > 20 km/jam, dan
b)
lebar jalan
> 7,0 m.
3.
Jalan Lokal
Jalan Lokal Primer
adalah ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang kesatu dengan persil, kota
jenjang kedua dengan persil, kota jenjang ketiga dengan kota jenjang ketiga lainnya, kota jenjang ketiga
dengan kota jenjang di bawahnya (R. Desutama, 2007). Jika ditinjau dari peranan
jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan Lokal Primer sebagaimana
berikut.
a)
Kecepatan
rencana > 20 km/jam.
b)
Lebar badan
jalan > 6,0 m.
c)
Jalan lokal
primer tidak terputus walaupun memasuki desa
Jalan Lokal
Sekunder adalah ruas jalan yang menghubungkan kawasan
sekunder kesatu dengan perumahan, atau kawasan sekunder kedua dengan
perumahan, atau kawasan sekunder ketiga dan seterusnya dengan perumahan. Jika
ditinjau dari peranan jalan maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh Jalan
Lokal Sekunder seperti di bawah ini.
a)
Kecepatan
rencana > 10 km/jam.
b)
Lebar jalan
> 5,0 m.
4.
Jalan Lingkungan
Jalan Lingkungan
adalah merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan
ciri-ciri seperti pada Tabel 2.1 sebagai berikut.
E. Jenis Aktivitas di Jalan Raya
1.
Aktivitas
Pejalan Kaki
Pejalan kaki adalah istilah
dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan
orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik di pinggir jalan, trotoar,
lintasan khusus bagi pejalan
kaki ataupun menyeberang jalan. Untuk melindungi pejalan kaki dalam
berlalu lintas, pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan dan menyeberang
pada tempat penyeberangan yang telah disediakan bagi pejalan kaki.
a.
Kewajiban
pejalan kaki
1) Berjalan pada bagian jalan yang diperuntukkan
bagi pejalan kaki, atau pada bagian jalan yang paling kiri apabila
tidak terdapat bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki;
2)
Menggunakan bagian
jalan yang paling
kiri apabila membawa
kereta dorong;
3)
Menyeberang
di tempat yang telah ditentukan.
![]() |
Sumber: Pulse.ng
Gambar 10.2. Pejalan Kaki
Dalam
hal tidak terdapat tempat penyeberangan yang ditentukan, pejalan kaki dapat
menyeberang ditempat yang dipilihnya dengan memperhatikan keselamatan dan
kelancaran lalu lintas.
Rombongan pejalan
kaki di bawah pimpinan seseorang harus mempergunakan lajur paling kiri menurut
arah lalu lintas.
Pejalan kaki yang
merupakan penyandang cacat tuna netra wajib mempergunakan tanda-tanda khusus
yang mudah dikenali oleh pemakai
jalan lain.
b. Kawasan pejalan
kaki
Sumber: temanupdate.com
Gambar 10.3.
Penyebrangan
Kawasan pejalan kaki adalah kawasan yang
khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki, kendaraan pribadi dilarang masuk ke
kawasan ini, di kawasan ini pejalan kaki yang diutamakan.Kawasan ini biasanya
di bangun di daerah pertokoan, kawasan wisata. Salah satu contoh di Jakarta
adalah dikawasan Pasar Baru.
2. Aktivitas Bersepeda
Bersepeda
merupakan salah satu model transportasi darat yang menggunakan sepeda. Sepeda
pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 Masehi.Banyak penggemar sepeda yang
melakukan kegiatan .Orang yang mempergunakan sepeda sebagai modal transportasi
rutin juga dapat disebut komuter.Penggunaan sepeda sebagai model transportasi
rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor nonformal,
tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal.
![]() |
Para pekerja di
sektor formal yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin ini
sebagian besar tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda atau yang dikenal
dengan nama Bike To Work Indonesia (B2W
Indonesia).
![]() |
Selain para pekerja, sepeda juga banyak digunakan oleh anak sekolah. Selain karena tidak membutuhkan biaya tambahan, bersepeda juga dapat dilakukan di jalan yang kurang bagus sekali pun. Bersepeda bagi anak sekolah juga dapat mengurangi bahaya kecelakaan dalam berkendara dan berlalu lintas.
Sumber sditnurulislamsda.files.wordpress.com
Gambar 10.4 Anak sekolah bersepeda
a.
Cara
bersepeda yang baik di jalan raya
1) Berpakaianlah dengan benar. Pakailah helm dan pakaian berwarna terang. Pada musim
hujan, gunakan jas hujan yang tidak mengganggu kenyamanan, keseimbangan, dan
kendali Anda di atas sepeda.
2) Patuhi rambu dan peraturan lalu lintas. Tak ada bedanya dengan pengguna jalan yang
lain, bersepeda di jalan raya juga harus mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas.
3) Jangan pernah bersepeda
melawan arus jalan.
Pengemudi kendaraan bermotor tak akan memperhatikan sepeda
yang melaju di jalur jalan yang salah.
4) Pakailah helm, jangan menggunakan piranti headphone (dari walkman maupun handphone ).
Menurut beberapa penelitian telinga yang tertutup rapat bisa mengurangi
keawasan keadaan sekelilingnya.
5) Untuk itu, sebaiknya kedua tangan siap untuk
mengerem. Anda mungkin tak bisa langsung
berhenti jika mengerem hanya dengan satu tangan. Jangan bersepeda terlalu dekat
di belakang kendaraan lain, dan pada musim hujan
selalu siapkan jarak
aman pengereman karena
rem selalu menurun
efisiensinya manakala basah.
6) Perhatikan jalan di samping dan
belakang Anda. Belajarlah memindai keadaan
jalan di samping dan di belakang Anda
tanpa harus kehilangan keseimbangan dan kendali pada
sepeda.
![]() |
7) Jangan menyalip dari kiri. Pengemudi kendaraan
bermotor biasanya tidak akan menduga kalau ada sepeda yang menyalip dari kiri.
8) Jangan melewati garis pembatas jalan. Manakala
menyalip, pastikan Anda tidak melewati garis pembatas jalan. Demikan juga
manakala lalu lintas dalam keadaan padat.
9) Gunakan lampu di malam hari. Selain membantu Anda
melihat arah dan kondisi jalan, lampu membantu pengemudi kendaraan lain di
depan untuk melihat keberadaan Anda. Tambahkan juga lampu di bagian belakang
sepeda, atau sekurang-kurangnya reflektor.
10) Gunakan tangan Anda untuk memberi
tanda. Gunakan tangan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain
tentang ke arah mana Anda akan melaju. Ini memang aturan tak tertulis bagi
pengguna sepeda, tetapi penting bagi keamanan Anda sendiri.
11) Rawat dan jagalah kondisi sepeda Anda. Lakukan
perawatan rutin sehingga sepeda Anda bisa berjalan dengan aman dan nyaman.
Gantilah rem dan ban secara berkala. Merawat sepeda itu mudah, Anda bisa
belajar dan melakukannya sendiri.

Sumber: sijoritoday.com
Gambar 10.5 Lintasan Bersepeda
b.
Beberapa
kesalahan bersepeda di jalan raya
1) Posisi sadel. Kesalahan
pertama dan cukup sederhana berkaitan
dengan posisi sadel. Para
goweser pemula memiliki
anggapan bahwa sadel
lebih enak berada di posisi yang rendah.
Tujuannya tak lain
adalah jika kehilangan keseimbangan, maka kaki bisa segera menginjak tanah. Sepintas
lalu sepertinya pemikiran ini sangatlah tepat namun sesungguhnya hal tersebut
merupakan suatu kesalahan. Posisi sadel yang terlampau rendah sesungguhnya akan
membuat goweser menjadi lebih
cepat lelah. Tenaga akan lebih banyak
terkuras karena goweser harus mengayuh pedal dengan kekuatan
yang berlebihan. Karena
itu sebaiknya atur posisi sadel pada posisi yang tepat dan nyaman, tidak
terlalu rendah ataupun tidak terlalu tinggi.
![]() |
2) Posisi telapak kaki. Posisikan telapak kaki pada
pedal dengan posisi yang tepat. Hindari mengayuh dengan tumit ataupun bagian
tengah telapak kaki sebab posisi telapak kaki seperti ini membuat tenaga tidak
bisa optimal.
3) Penggunaan gir.
Goweser pemula pada umumnya malas memindahkan gir. Gir yang seringkali diubah hanyalah gir bagian belakang,
sementara gir bagian depan diabaikan. Kebiasaan ini bisa beresiko menyebabkan
rantai keluar dari gir atau rantai menjadi lebih cepat rusak.
4) Rambu-rambu lalu lintas. Rambu-rambu lalu lintas
di jalan raya tentunya diperuntukkan bagi semua pengguna jalan termasuk
goweser. Sayangnya, cukup banyak para goweser pemula yang mengabaikan lampu
merah dan memilih menerobos saat lampu merah menyala. Tentu saja ini suatu kesalahan
yang bisa membahayakan goweser sendiri dan pengguna jalan lainnya.
5) Saat berbelok. Salah satu dari 9 kesalahan yang
biasa dilakukan goweser pemula terjadi saat hendak berbelok. Memang sepeda tidak dilengkapi dengan sistem yang bisa memberikan tanda
kepada pengendara lainnya bahwa goweser hendak berbelok.
Tetapi bukan berarti goweser
tak perlu memberikan tanda ketika akan berbelok.
Gunakan tangan untuk memberi tanda kepada pengendara lainnya jika hendak
berbelok demi menjaga keselamatan sendiri dan juga orang lain.
6) Penggunaan lampu di malam hari. Saat bersepeda di
malam hari, banyak goweser yang mengabaikan penggunaan lampu. Padahal lampu
sangatlah penting untuk menjaga keselamatan goweser. Sebaiknya nyalakan lampu
di bagian belakang dan di bagian depan sepeda.
Lampu-lampu ini bisa diperoleh
dengan mudah di toko-toko sepeda.
7) Kostum. Jika ingin menempuh rute bersepeda yang
jauh, sebaiknya gunakan kostum yang nyaman.
Hindari mengenakan pakaian
yang terlalu tertutup
dan tebal sebab kostum seperti ini akan membuat goweser mudah
berkeringat. Keadaan tersebut bisa memicu terjadinya dehidrasi.
8) Minuman. Tak banyak
goweser pemula yang membawa botol berisi air saat sedang bersepeda. Padahal asupan
air selama bersepeda sangatlah diperlukan
terlebih jika goweser menempuh jarak yang jauh. Sebaiknya setiap goweser
membawa botol yang berisi air untuk menghindari dehidrasi selama bersepeda.
3.
Aktivitas
Berkendaraan Menggunakan Bus
Bus adalah
kendaraan besar beroda, digunakan untuk membawa penumpang dalam jumlah
banyak.Istilah bus ini berasal dari bahasa Latin, omnibus, yang berarti
"(kendaraan yang berhenti) di semua (perhentian)".
![]() |
a.
Tempat perhentian bus atau
halte bus atau shelter atau stopan
bus (dari bahasa Inggrisnya bus stop)
adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bus, biasanya
ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan bus. Di pusat kota ditempatkan
pada jarak 300 sampai 500 m dan di pinggiran kota antara 500 sampai 1000 m. Semakin
banyak penumpang yang naik turun di suatu tempat perhentian bus semakin besar
dan semakin lengkap fasilitas yang disediakan.
Untuk tempat perhentian yang kecil cukup
dilengkapi dengan rambu lalu lintas saja, dan untuk perhentian yang besar bisa dilengkapi dengan
atap dan tempat duduk, bahkan
bila diperlukan dapat dilengkapi dengan kios kecil untuk menjual surat kabar, atau rokok. Jarak antar tempat perhentian tergantung kepada
lokasinya di pusat kota dengan kegiatan yang tinggi disarankan [1] 400 m
ataupun kurang dari itu sedang di pinggiran kota dengan kerapatan yang rendah
dapat ditempatkan pada jarak antara 600 sampai 1000 m. Untuk mendapatkan jarak
antara yang optimal disarankan menggunakan modelling
perencanaan angkutan umum[2].

Sumber:
upload.wikimedia.org
Gambar 10.6
Halte Bus
b.
Berikut
adalah cara dan menggunakan bus atau angkot,
1) Bertanyalah mengenai rute bus atau angkot kepada
teman sekolah, kuliah atau kerja anda. Kalau anda malu, bertanyalah kepada
orang tua di rumah anda atau paman google. Semua bus atau angkot memiliki kode
angka atau huruf yang mewakili rute yang dilalui. Misal, Bus Patas AC yang
beredar di Jakarta dengan kode P11 memiliki
rute pulang pergi (PP) dari terminal Pulo Gadung sampai Lebak Bulus (vis versa).
2) Berdirilah di halte atau pinggir jalan. Ini
penting, di sinilah Anda akan memulai petualangan Anda. Bila bus atau angkot
yang Anda maksud melaju sekitar 10 meter ke arah Anda, lambaikan tangan kiri
Anda sebagai tanda stop!
![]() |
3) Selalu naik dengan kaki kanan dan turun dengan
kaki kiri. Bila akan naik, fokus dan pijaklah tumpuan pertama bus/angkot dengan
kaki kanan yang merupakan tumpuan
paling kuat. Selain itu, bertumpu pada kaki kanan pada pintu bus sebelah kiri menyelaraskan momentum
gerak tubuh dan kendaraan.
4) Siapkan uang pecahan kecil dan jangan malu atau
takut bertanya ongkos. Sistem pembayaran bus atau angkutan kota di Indonesia
sebagian besar masih sangat kuno, yaitu kita diharuskan membayar ke sopir atau kondektur. Tarifnya pun sering tidak
jelas, diukur berdasarkan jarak tempuh yang tidak jelas parameternya. Ketika
ada kenaikan tarif, barulah sedikit jelas tuh tarifnya, karena pengumuman
mengenai tarif baru yang berlaku, biasanya ditempel di pintu angkot atau
jendela bus. Untuk menjaga biar kita nggak seperti orang bingung, biasakan
menyiapkan uang receh kecil Rp1.000,- , Rp2.000,- atau Rp5.000,-. Hal ini untuk
memudahkan uang kembalian bila Anda tidak tahu tarif yang harus dibayarkan
untuk jarak yang kita tempuh. Ketika akan sampai
pada tujuan atau pak kondektur menghampiri, bertanyalah
mengenai tarif yang harus dibayar.
5) Ketika di dalam bus atau angkot, bertanyalah ke
kondektur atau supir agar tidak salah naik.
![]() |
Gambar 10.7 Angkutan Umum
![]() |
4.
![]() |
Aktivitas Berkendaraan Menggunakan Sepeda Motor
Sumber: digaleri.com
Gambar 10.8 Kendaraan Motor
Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan
pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya gigroskopis. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung
kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia
sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian
besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta biaya operasionalnya cukup hemat.
a.
Cara
berkendaraan motor yang baik
1)
Gunakan
helem yang berstandar SNI dan jaket serta sarung tangan
2) Perhatikan posisi duduk sebelum menjalankan kendaraan, dan pastikan
Anda telah berada pada posisi duduk yang benar dan senyaman mungkin.
Posisi duduk pada saat di atas motor yang benar adalah
paha bagian dalam menjepit
jok. Dengan posisi duduk seperti ini maka kendaraan akan menjadi lebih stabil
saat dijalankan.
3) Memperhatikan posisi tangan setelah memahami
bagaimana posisi duduk yang baik saat berada di atas motor,
selanjutnya adalah memperhatikan posisi tangan. Posisi tangan yang baik adalah posisi dengan
keadaan menekuk 135 derajat. Selain memberikan efek yang lebih stabil, posisi
tangan seperti ini juga memberikan efek meredam guncangan yang terjadi pada
bahu saat motor berada pada kondisi jalan yang kurang bagus.
![]() |
4) Perhatikan pandangan. Tips
berkendara motor yang
baik dan benar
selanjutnya adalah memperhatikan pandangan Anda saat berada di atas
sepeda motor. Pandangan yang baik
adalah pandangan yang bisa melihat jalanan secara luas. Hindari melihat dengan
jarak pendek atau bagian depan bawah ban depan motor Anda.
5) Teknik pengereman yang baik merupakan faktor utama
keselamatan Anda saat berkendara. Beberapa teknik pengereman motor yang benar
adalah sebagai berikut.
a)
Selalu pastikan
jari telunjuk tangan
kanan Anda berada
pada handle rem, jika Anda
menggunakan motor kopling, maka jari-jari pada tangan kiri Anda selalu berada
pada tuas kopling agar bisa menarik tuas dengan cepat pada saat kendaraan mengerem.
b)
Fungsikan
dengan maksimal kedua rem yang ada pada motor agar pengereman bisa dilakukan
dengan lebih stabil dan aman.
c)
![]() |
Usahakan posisi duduk tetap tegak saat pengereman berlangsung.
Gambar 10.9 Cara berkendara
dengan baik
6) Letak dan posisi kaki Keadaan yang paling sering
terjadi sekarang adalah kedua kaki tetap berada di bawah pada saat kendaraan
telah melaju. Hal ini sangat berbahaya. Karena itu selalu posisikan kaki kanan
Anda berada pada tuas rem belakang sebelum kendaraan dijalankan maupun pada
saat tengah berhenti.Itulah beberapa tips cara berkendara yang baik dan aman untuk pengguna sepeda motor (bikers).
b. Beberapa kesalahan yang sering dan kerap dilakukan
oleh para pengguna
sepeda motor.
1) Apakah betul motor baru tidak boleh ngebut atau
untuk berboncengan? Sebenarnya mengendarai motor baru (baru beli dari dealer) boleh saja dipacu dengan kecepatan tinggi asal tidak berlebihan dan 'ugal-ugalan'. Saat ini motor yang dipasarkan adalah jenis motor 4 tak yang buat dengan tekhnologi tinggi dan tidak dapat disamakan dengan
motor lama yang masih 2 tak. Dalam hal ini yang membedakan motor 2 tak dengan 4
tak pada masa percobaan adalah sistem pelumasannya.
![]() |
2) Memanasi mesin terlalu lama. Perlakuan ini juga
termasuk perlakuan yang salah. Karena sebenarnya kita cukup melakukan pemanasan
terhadap mesin selama 1-2 menit saja. Yang juga
perlu diingat adalah ketika kita melakukan pemanasan terhadap mesin, motor
memerlukan bahan bakar
untuk itu. Dengan demikian semakin lama memanasi
motor, semakin banyak pula bahan bakar yang terbuang.
3) Enggan memeriksa sebelum berkendara. Pemeriksaan
terhadap kendaraan sangat diperlukan, seperti oli, bensin, lampu, sein,
klakson, rem, dan ban.
4) Membuka gas terlalu besar ketika menstarter motor. Kebiasaan seperti ini hanya akan
membuat mesin susah hidup karena campuran tidak stabil, yaitu udara banyak
bensin sedikit.
5) Menekan tombol electric starter
secara berulang. Hal ini merupakan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Setiap kali tombol starter ditekan, tidak diperbolehkan
lebih dari 5 detik. Apabila mesin belum juga hidup, hentikan penekanan selama
kurang lebih 5 detik. Kemudian
ulangi kembali. Jika mesin
tetap tak mau hidup setelah 3-4 kali penekanan, gunakanlah kick starter agar kendaraan Anda dapat hidup.
6) Takut aki cepat habis,
tak pernah memakai
electric starter sekalipun. Perilaku seperti ini contoh dari sekian
sikap yang salah, karena starter merupakan alat
untuk menambah kenyamanan dalam berkendara. Selanjutnya apabila kita tidak
pernah memakai electric starter adalah
elektronik yang behubungan dengan mesin akan menjadi macet.
7) Gas terbuka terlalu besar pada gigi 1. Ini contoh
yang tidak boleh ditiru. Hal ini dapat menyebabkan motor tersentak dan spontan
melompat ke depan. Yang betul ketika
akan menjalankan motor adalah dengan menutup gas secara penuh kemudian masuk
pada transmisi pertama (gigi 1), selanjutnya menaikkan gas secara perlahan.
8) Kaki selalu menekan pedal rem. Hindari hal yang
sama sekali tidak baik ini, meskipun
kebanyakan dari kita tidak sadar ketika berkendara kaki kita selalu menekan
pedal rem. Pedal rem yang terus tertekan selama berkendara akan mengakibatkan
kanvas rem manjadi cepat habis dan juga mesin merasa 'menderita'. Bukan hanya
rem dan mesin, kopling pun demikian karena juga akan sedikit tertarik. Jika ini
terus dibiarkan maka dapat mengakibatkan terjadinya 'slip' di antara pelat
kopling yang membuat motor tidak bertenaga dan kopling menjadi aus.
![]() |
9) Menekan kopling saat melawati jalan berliku.
Dengan menekan kopling pada saat menikung dengan kecepatan tinggi, dapat
menimbulkan bahaya karena kendaraan akan menyelonong dan sulit dikendalikan.
Hal ini diakibatkan karena jika kita menekan kopling saat berkendara, kendaraan
tak ubahnya seperti dalam keadaan netral (0 = "nol"). Seharusnya
ketika sedang berada di tikungan adalah
dengan mengurangi kecepatan, baik dengan pengereman maupun mengurangi gigi.
10) Anti pakai cuk ketika starter. Anggapan yang salah menstater memakai cuk sudah tak
baik lagi setelannya. Karena motor sekarang telah menggunakan teknologi canggih
dengan banyak udara bensin sedikit. Oleh karena itu cuk diperlukan dengan
catatan harus ditutup kembali setelah selesai menstarter dan motor telah dalam
keadaan hidup, hal ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar.
11)
Mengendarai
motor di jalan raya secara zig-zag.
12)
![]() |
Menyerobot lampu merah atau berhenti melewati garis pemberhentian di lampu merah.
Gambar 10.10 Berkendara yang tidak
baik
Saat pembelajaran
dapat dilakukan pemberian skor untuk setiap peserta didik , baik yang
dilakukan sesama teman
(peer assessment) atau diri
sendiri (self assessment),
dengan aspek pengamatan (1) bekerja sama saat belajar (2) dapat mengemukakan
pendapat, (3) dapat mengajukan pertanyaan, (4) dapat memberikan jawaban, (5) dapat menghargai pendapat teman, dan (6)
bertanggung jawab
F. Pengertian Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas
adalah bagian dari perlengkapan jalan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya,
yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk
bagi pemakai jalan.
Agar rambu dapat terlihat baik siang ataupun malam atau
pada waktu hujan
maka bahan harus terbuat dari material
retro-reflektif.
Berdasarkan jenis
pesan yang disampaikan, rambu lalu lintas
dapat dikelompokkan menjadi
sebagai berikut:
1.
Rambu
peringatan
![]() |
Rambu yang memperingatkan adanya kondisi berbahaya dan berpotensi bahaya agar para pengemudi berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya. Misalnya: Rambu yang menunjukkan adanya lintasan kereta api, atau adanya persimpangan berbahaya bagi para pengemudi.
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Tikungan
ke kiri
2.
Tikungan ke kanan
3.
Tikungan ganda
4.
Tikungan tajam
1. Tikungan
tajam ganda
2.
Banyak tikungan
3.
Tikungan memutar
4.
Penyempitan jalan

9 10 11 12 13 14 15 16
9. Penyempitan
jalan sebelahkanan
10. Jembatan
11. Jalan menurunlandai
12. Jalan menuruncuram
13. Jalan
menanjak landau
14. Jalan
menanjak curam
15. Jalan licin
16. Cekungan

9 10 11 12 13 14 15 16
9.
Penyempitan
jalan sebelah kanan
Penyempitan
jalan sebelah kanan
10. Jembatan
11. Jalan
menurun landai
12. Jalan
menurun curam
13. Jalan
menanjak landai
14. Jalan
menanjak curam
15. Jalan licin
16. Cekungan





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar