Senam Lantai.
Bab VI
Pembelajaran
Melalui Aktivitas Senam Lantai
Senam merupakan
jenis olahraga yang mengakar pada kebudayaan Yunani
kuno dalam menyembah dewa Zeus. Pada permulaan abad ke-20, senam mulai
diperkenalkan sebagai salah satu cabang olah tubuh yang kemudian menjadi populer di berbagai Negara. Dalam masa
perkembangannya, senam kemudian membagi dirinya ke dalam beberapa jenis spesifik.
Satu di antaranya adalah senam lantai
atau biasa juga dikenal dengan istilah floor exercise. Apa yang dimaksud dengan senam lantai? Secara
sederhana, senam ini sama saja dengan pengertian senam pada umumnya. Sama
seperti namanya, senam ini dilakukan di atas lantai tanpa bantuan alat apapun
kecuali matras yang bisa digunakan jika diinginkan.
Sejarah senam
secara umum, tentu tak bisa lepas dari peranan bangsa Yunani. Namun jika mengulas
mengenai sejarah senam lantai
secara mendetil, maka mungkin
kita seharusnya mengambil
awalan dari Cina kuno sebab sejak 2700 Sebelum Masehi,
![]() |
mereka telah mengenal beberapa bentuk
sederhana dari senam lantai yang dahulu dilakukan di biara-biara dan bukan
sebagai sebuah senam tetapi bagian dari langkah pengobatan dan juga bela diri.
Catatan mengenai gerakan sederhana dari senam lantai ini bisa dijumpai dari
kitab peninggalan Khong Hu Cu yang banyak bercerita mengenai gerakan-gerakan
tertentu yang dilakukan dengan tujuan pengobatan.
Sejarah senam
lantai lainnya tak bisa lepas dari negeri
Taaj Mahal, India. Negeri yang satu ini memang
sudah lama dikenal
sebagai salah satu rumah sejarah
pengobatan dengan metode pernafasan dan gerakan tubuh. Langkah
pengobatan ini tidak lepas dari
kepercayaan keagamaan yang dianut di India. Salah satu warisan India yang erat
kaitannya dengan sejarah senam lantai adalah yoga. Jika Anda cermati, gerakan
dasar pada yoga memiliki kesamaan dengan senam lantai misalnya saja gerakan
kayang dan semacamnya. Yoga dahulu
dipercaya bukan hanya sebagai penyembuh tetapi juga sarana untuk memuja dewa
berdasarkan kepercayaan orang India. Dalam yoga, dituntut adanya kelenturan
tubuh serta aliran napas yang dinamis seperti yang dijumpai pada senam lantai modern.
Sejarah senam lantai juga bisa dijumpai
pada tulisan atau gambar yang ada di
Piramida Mesir. Dalam
fitur salah satu keajaiban dunia
tersebut terdapat banyak
kisah yang diceritakan dalam bentuk gambar oleh nenek moyang Mesir. Mereka bercerita soal kehidupan
mereka termasuk di dalamnya beberapa gerakan olahraga sederhana yang identik
dengan senam lantai. Bahkan, beberapa peneliti menyimpulkan bahwa dari apa yang
mereka gambarkan, terlihat bahwa nenek moyang mesir mengenal gerakan-gerakan
yang hampir serupa dengan yoga di India juga gimnastik Jerman kuno yang
mencakup di dalamnya gerakan-gerakan sederhana yang ada pada senam lantai.
Berdasarkan fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah senam lantai
bukanlah hal yang dimulai dari abad ke-20 tetapi jauh melampaui tahun-tahun
sebelum itu. Nenek moyang kita telah lama mengenal gerakan yang juga dikenal
dalam senam lantai dewasa ini meskipun masih dalam ciri yang terlampau sederhana.
A. Gerak Spesifik Senam Lantai
1. Gerakan Spesifikasi Meroda
Gerakan meroda
merupakan gerakan memutar badan dengan sikap awali menyamping arah gerakan dan
tumpuan berat badan ketika berputar menggunakan kedua tangan dan kaki. Teknik
gerakan meroda dapat
dilakukan sebagai berikut
(lihat Gambar: 6.1).
(1) Posisi awal : berdiri sikap menyamping arah
gerakan kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua lengan terentang serong atas.
(2) Gerakan: bila gerakan
diawali tangan kiri,
letakkan telapak tangan
kiri pada matras
yang diikuti kaki
kanan terangkat lurus
ke atas, Saat
tangan kanan diletakkan pada matras, kaki kiri terangkat lurus ke atas,
hingga badan membentuk berdiri dengan
tangan. Turunkan dengan cepat kaki kanan pada matras disusul terangkatnya
tangan kiri dari matras dan kaki kiri mendarat matras.
![]() |
(3)
![]() |
Akhir gerakan: berdiri sikap menyamping arah gerakan dengan posisi kedua kaki terbuka selebar bahu, sikap kedua lengan terentang serong atas di samping telinga.
Gambar
6.1 Gerakan meroda.
2. Gerakan Spesifik Guling Lenting
Gerakan guling
lenting merupakan gerak melecutkan kedua kaki ke depan atas setelah tengkuk
menempel matras dengan sumber gerakan dari pinggang. Gerakan ini dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut (lihat Gambar: 6.2).
(1) Posisi awal: posisi
jongkok menghadap matras (arah gerakan),
kedua telapak
tangan di atas matras, pandangan ke depan.
(2) Gerakan: angkat pinggul dan masukkan
kepala di antara
kedua lengan yang ditekuk
keluar, saat tengkuk menempel matras, lecutkan kedua kaki ke depan
hingga keduanya mendarat pada matras dengan ujung telapak kaki agak rapat,
(3) Akhir gerakan berdiri dengan kedua kaki agak
rapat, pinggang melenting ke belakang, kedua lengan lurus ke atas di samping
telinga. Pandangan ke depan atas.
![]() |
Gambar 6.2 Gerakan guling lenting.
B. Variasi Gerak Spesifik Meroda dan Guling Lenting
Variasi dan kombinasi adalah
melakukan beberapa bentuk
gerak spesifik dengan berbagai cara, seperti: melakukan
gerak spesifik meroda, guling lenting dari posisi jongkok, berdiri, dan
melangkah, baik secara perorangan, berpasangan maupun kelompok.
Akhir dari
pembelajaran variasi dan kombinasi gerak spesifik adalah untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan menanamkan nilai disiplin, menghargai perbedaan,
tanggung jawab, dan kerja sama.
Selama kegiatan
pembelajaran peserta didik diberikan kesempatan mengemuka- kan kesulitan atau menanyakan pada gurunya atau
temannya. Jawaban yang mereka dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki dan
mengatasi kesulitan yang dialamin-
ya , berikut bentuk pembelajarannya.
1.
Aktivitas Bertumpu dengan Tangan pada Pinggiran Bangku Panjang
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat
Gambar: 6.3.
(2) Lakukan seperti contoh pe- ragaan.
(3) Rasakan saat melakukan ge- rakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang
kamu lakukan dengan contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
Gambar 6.3
Bertumpu
dengan tangan pada pinggiran bangku panjang
(6)
Fokus perhatian kedua lengan lurus.
Fokus perhatian kedua lengan lurus.
2. Aktivitas Menurunkan Kaki Satu per Satu Dibantu Teman (Guru), dari Posisi Berdiri dengan
Kedua Lengan
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.4.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6) Fokus perhatian kedua lengan lurus.

Gambar 6.4
Menurunkan kaki satu per satu dibantu
teman (guru), dari posisi berdiri dengan kedua lengan
3. Aktivitas Menurunkan Tangan Satu per Satu ke Matras/ Lantai dari Sikap Menyamping
Hingga Posisi Berdiri dengan Tangan, dibantu
Teman (Guru)
Tahapan Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru dan lihat Gambar: 6.5.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu.
(5) Lakukan dengan
contoh
aktivitas
gerakan oleh guru.
(6) Gerakan mana yang mudah fokus perhatian kedua lengan
lurus.
4. Aktivitas Gerak
Meroda
Tahapan
Pembelajaran
Gambar 6.5
Menurunkan tangan satu per satu ke matras/ lantai dari sikap menyampmg hingga posisi berdiri
dengan tangan, dibantu teman
(guru)
(1)
Amati contoh peragaan aktivitas gerakan
oleh guru dan lihat Gambar: 6.6.
Amati contoh peragaan aktivitas gerakan
oleh guru dan lihat Gambar: 6.6.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat me-lakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6) Fokus perhatian kedua lengan lurus.
![]() |

Gambar
6.6 Gerakan meroda.
5. Aktivitas Melentingkan Pinggang dari Posisi Tidur Terlentang
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.7.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6)
![]() |
Fokus perhatian pada pinggang melenting.
Gambar 6.7
Melentingkan pinggang dari posisi
tidur terlentang.
6. Aktivitas Gerakan Melecutkan Kedua Kaki dari Sikap Tidur Telentang
dan Kedua Tangan Berpegangan
dengan Teman yang Membantunya
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.8.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
![]() |
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6) Fokus perhatian gerak melecut kaki dan pinggang melenting.
![]() |
Gambar 6.8 Gerakan melecutkan kedua kaki dari sikap tidur
telentang
dan kedua tangan berpegangan
dengan ternan yang membantunya
7. Aktivitas Gerakan Guling
Lenting dari Sikap
Jongkok, Persiapan: Jongkok Menghadap Arah Gerakan, Kedua
Lengan Diletakkan pada Matras, Pandangan ke Depan
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.9.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6)
![]() |
Fokus perhatian gerak melecut kaki dan pinggang melenting.
Gambar 6.9
Gerakan guling lenting dari sikap
jongkok.
![]() |
8. Aktivitas Rangkaian Meroda dan Guling Lenting
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.10.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6) Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
![]() |
Gambar 6.10
Rangkaian meroda dan guling lenting.
9. Aktivitas rangkaian Guling Depan dan Guling Lenting.
Tahapan
Pembelajaran
(1) Amati contoh peragaan aktivitas gerakan oleh guru
dan lihat Gambar: 6.11.
(2) Lakukan seperti contoh peragaan.
(3) Rasakan saat melakukan gerakan tersebut.
(4) Bandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan
contoh aktivitas gerakan oleh guru.
(5) Gerakan mana yang mudah kamu lakukan.
(6) Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
![]() |
Gambar 6.11. Rangkaian guling
depan dan guling lenting.
Pilihan Ganda
Jawab soal berikut dengan memberikan
tanda silang (X), untuk jawaban yang benar diberi skor = 1, bila salah diberi
skor = 0
1. Posisi badan yang benar saat akan melakukan
gerakan meroda adalah ......
a. menghadap arah gerakan c. membelakangi arah
gerakan
b. menyamping arah gerakan d. menyilang arah gerakan
2. Posisi awal
kedua lengan yang benar saat akan melakukan gerakan meroda adalah......
a. lurus ke atas di
samping telinga c. lurus ke bawah di samping badan
b. lurus ke depan
sejajar dada d. lurus ke samping sejajar bahu
3. Bentuk gerakan meroda yang benar adalah ......
a. berputar menyamping arah gerakan c. berputar meliuk arah gerakan
b. berputar menyilang arah gerakan d. berputar
menghadap arah gerakan
4. Prinsip dasar gerakan
lengan yang benar mendarat pada matras saat meroda adalah
......
a. mendarat satu per satu posisi lengan lururs
b. mendarat satu per satu posisi lengan disilang
c. mendarat satu per satu posisi lengan ditekuk
d. mendarat satu per satu posisi lengan diputar
5. Posisi kedua kaki yang benar saat kedua lengan
bertumpu pada matras adalah ...
a. rapat dan lurus c.
rapat ditekuk
b. terbuka dan lurus d.
terbuka ditekuk
6. Posisi badan yang benar saat melakukan gerak
meroda adalah ......
a.
ditegakkan c. dimiringkan
b. dibungkukkan d. disilangkan
![]() |
7.
Berikut yang
termasuk prinsip dasar akhir gerakan meroda adalah ......
|
a
|
b
|
c
|
d
|
|
ü Berdiri sikap menyamping arah
gerakan
ü Posisi kedua kaki terbuka
selebar bahu
ü Kedua lengan terentang serong
atas di samping telinga
|
ü Berat badan dibawa ke belakang
ü Kedua lutut direndahkan
ü Kedua
tumit diputar
ü Pandangan mengikuti arah gerakan kaki
|
ü Berat badan dibawa ke samping
ü Kedua lutut diluruskan
ü Kedua tumit diangkat dari tanah
ü Pandangan ke arah bawah
|
ü Berat badan dibawa ke
depan
ü Kedua
lutut disilang
ü Kedua
tumit diputar
ü Pandangan
ke atas
|
8. Posisi awal badan yang benar saat akan melakukan
guling lenting adalah ....
a. menghadap arah gerakan c. menghadap arah belakang
b. menghadap arah samping d.
memutar arah gerakan
9. Arah gerak lecutan kedua kaki yang benar saat
guling lenting adalah ....
a. ke depan atas c.
ke depan samping
b. ke depan bawah d.
ke depan belakang
10. Gerak lecutan kaki yang benar saat melakukan
guling lenting adalah .......
a. saat pundak menempel
matras c. saat dada
menempel matras
b. saat dahi menempel
matras d. saat tangan
menempel matras
11. Sumber gerakan yang benar saat melakukan gerak
guling lenting adalah .......
a. pinggang c.
lutut
b. pundak d.
pinggul
12.
Berikut yang
termasuk prinsip dasar pada akhir gerakan guling lenting adalah ....
|
a
|
b
|
c
|
d
|
|
ü Bagian atas harus tetap rileks
ü Bahu turun untuk mem- beri keseimbangan
ü Sudut siku ± 900 dan
dipertahankan dekat dengan badan
|
ü Berdiri dengan kedua kaki
agak rapat
ü Pinggang melenting ke belakang
ü Kedua lengan lurus ke atas di samping telinga
ü Pandangan
ke depan atas.
|
ü Berat badan dibawa ke samping
ü Kedua
lutut diluruskan
ü Kedua tumit diangkat dari tanah
ü Pandangan ke arah bawah
|
ü Berat badan dibawa ke
depan
ü Kedua
lutut disilang
ü Kedua
tumit diputar
ü Pandangan
ke atas
|
13. Pendaratan yang benar saat melakukan guling
lenting adalah .......
a. menggunakan kedua ujung telapak kaki
b. menggunakan kedua ujung tumit kaki
c. menggunakan kedua tengah telapak kaki
d. menggunakan kedua pinggir telapak kaki
![]() |
14. Arah pandangan mata yang benar pada akhir gerakan
guling lenting adalah .......
a. ke depan atas c
ke samping atas
b. ke depan bawah d.
ke belakang atas
15. Gerakan awal guling lenting yang benar diawali
dengan gerak .......
a. guling depan c gerakan kayang
b. guling belakang d.
gerakan meroda
![]() |
10. Aktivitas Gerak Rangkai Guling Depan, Guling
Lenting dan Meroda
Tahapan
Pembelajaran
(1) Awali gerak, guling depan dengan baik, setelah gerak guling depan berakhir,
(2) Lanjutkan dengan gerakan
guling lenting, sehingga
akhir gerakannya berdiri menghadap arah gerakan,
(3) Lanjutkan setelah guling lenting dengan gerakan meroda,
(4) Fokus perhatian pada gerak tidak terputus.
![]() |
Gambar 6.12. Gerak rangkai guling
depan, guling lenting dan meroda.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar