Aktivitas Senam
Bab. VI
A.
Hakikat Senam Lantai
Senam dapat
diartikan sebagi setiap bentuk pembelajaran fisik yang disusun secara sistematis
dengan melibatkan gerakan-gerakan yang terpilih
dan terencana untuk mencapai
tujuan tertentu. Dari arti itu, kita dapat melihat bahwa olahraga senam mempunyai
sistematika tersendiri, serta mempunyai tujuan yang hendak dicapai
seperti daya tahan, kekuatan, kelenturan, koordinasi, atau bisa juga diperluas untuk membentuk
prestasi, membentuk tubuh yang ideal dan memelihara kesehatan.
e1n. gePrtian Senam Lantai
Senam lantai
adalah satu dari rumpun senam.
Sesuai dengan istilah
lantai, maka gerakan-gerakan/bentuk
pembelajarannya dilakukan di lantai. Jadi lantai/ matraslah yang merupakan alat yang dipergunakan. Senam lantai disebut
juga dengan istilah pembelajaran bebas.
Tujuan melakukan senam lantai selain
untuk meningkatkan kemampuan melakukan bentuk-bentuk gerakan
senam lantai sendiri
juga sebagai pembelajaran pembentukan kemampuan untuk melakukan gerakan
senam dengan alat.
Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam mempelajari senam lantai yaitu berikut ini.
a.
Hendaknya
selalu menggunakan matras atau tempat yang aman.
b.
Matras harus diletakkan di atas tanah atau lantai
yang rata dan aman dari
bahaya.
c.
Letakkan
matras jauh dari dinding atau benda-benda lain yang akan menyebabkan benturan.
d.
Periksa matras dan keamanan disekitarnya yang mungkin
dapat mengganggu peserta didik.
e.
Pembelajaran dilakukan dari gerakan yang mudah dahulu atau tahap demi tahap.
f.
Sebelum
melakukan pembelajaran senam lantai hendaknya melakukan senam pemanasan yang cukup.
gu. dilKaraamng melakukan pembelajaran sendiri di luar pengawasan guru,
kecuali ada kamu
yang dianggap dapat membantu dan menguasai gerakan senam lantai dengan benar.
h. Agar matras tidak cepat rusak, hendaknya
matras dijaga sebaik mungkin dan jaga kesebersihannya serta
disimpan di tempat yang aman.
2. Manfaat Latihan Senam Lantai
a.
Manfaat fisik
Senam adalah kegiatan
utama yang paling bermanfaat untuk mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak. Melalui
berbagai kegiatannya, kamu akan berkembang daya
tahan otot, kekuatan, power, kelentukan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangannya.
b. Manfaat mental dan sosial
Ketika mengikuti
senam, kamu dituntut untuk berpikir sendiri tentang pengembangan keterampilannya. Untuk itu, kamu harus mampu menggunakan kemampuan berpikirnya secara kreatif melalui
pemecahan masalah-masalah
gerak. Dengan demikian, kamu akan berkembang kemampuan mentalnya.
B.
Aktivitas
Pembelajaran Senam Lantai
1v.itaAs kPteimbelajaran Guling
Depan
Gerakan guling
depan adalah gerakan mengguling atau menggelinding ke depan membulat. Jadi dalam gerakan guling depan gerakan
tubuh harus dibulatkan. Aktivitas pembelajaran guling depan dapat
terbagi atas dua bagian
yaitu : guling depan dengan
sikap awal jongkok dan guling depan
dengan sikap awal berdiri.
av.itaAs pketimbelajaran guling depan dari sikap awal jongkok
Amati dan
peragakan gerakan guling depan dari sikap awal jongkok berikut ini.
1)
Sikap awal jongkok, kedua kaki rapat,
letakkan lutut ke dada.
2)
Kedua tangan
menumpu di depan
ujung kaki kira-kira 40 cm.
3) Kemudian bengkokkan kedua
tangan, letakkan pundak pada matras dengan menundukkan kepala, dan dagu sampai ke dada.
e4l)ahSiteut dilanjutkan dengan melakukan gerakan berguling ke depan.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||||
5) Ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.
Gambar 6.1 Aktivitas
pembelajaran gerakan guling depan dari sikap awal jongkok
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan
gerakan guling depan dari sikap awalan jongkok,
kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau
teman bila ada kesulitan.
vb.itaAs pketimbelajaran guling depan dari sikap awal berdiri
Amati dan peragakan gerakan guling depan dari
sikap berdiri berikut ini.
1) Sikap awal berdiri dengan kedua kaki rapat, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas matras selebar bahu, di depan ujung kaki sejauh ± 50 cm.
2) Bengkokkan kedua tangan, lalu letakkan pundak di atas matras dan kepala dilipat sampai dagu menempel bagian dada.
3)
![]() |
Selanjutnya dengan berguling ke depan, yaitu saat panggul menyentuh matras lipat kedua kaki dan pegang tulang kering dengan kedua tangan menuju ke posisi jongkok.
Gambar 6.2 Cara
melakukan gerakan guling depan dari sikap berdiri
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan gerakan guling depan dari sikap berdiri, kemudian
bandingkan hasil pengamatanmu
dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
c. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat
guling ke depan
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan gerakan guling depan adalah berikut ini:
1) Kedua tangan yang bertumpu
tidak tepat (dibuka
terlalu lebar atau terlalu
sempit, terlalu jauh atau terlalu
dekat) dengan ujung
kaki.
2) Tumpuan salah satu atau kedua tangan
kurang kuat, sehingga
keseimbangan badan kurang
sempurna dan akibatnya
badan jatuh ke samping.
3) Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan.
4)
Saat gerakan
berguling ke depan kedua tangan tidak ikut
menolak.
d. Cara memberi bantuan guling ke depan
1er)tamCara P
Pegang belakang
kepala kamu (membantu menekukkan) dan menolak pada kedua lutut.
2)
Cara Kedua
Mendorong pada punggung kamu pada saat akan duduk.
3)
Cara Ketiga
Mengangkat panggul dengan menempatkan
tangan di sisi kedua paha. Dapat juga menolong berdiri di sisi kamu dengan
kedua tangan agak mengangkat panggul kamu
dan membawanya ke arah
depan pada saat yang sama memperingatkan kamu agar tetap menekuk kepala
sedalam-dalamnya.
4)
Cara Keempat
Membantu menekukkan kepala dan menempatkannya di lantai di antara
kedua tangan.

Gambar 6.3 Aktivitas
pembelajaran cara memberikan bantuan guling ke depan
v2.itaAs kPteimbelajaran Guling
Belakang
(Back Roll)
Guling ke belakang
adalah menggelundung ke belakang, posisi badan tetap harus membulat yaitu kaki
dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukkan sampai dagu melekat
di dada. Gerakan
guling ke belakang
dapat dilakukan dengan cara guling ke belakang dengan
sikap jongkok.
Amati dan peragakan gerakan guling belakang berikut ini.
1) Sikap awal dalam posisi
jongkok, kedua tangan
ditekuk dan telapak
tangan di atas bahu menghadap ke atas dan kaki sedikit rapat.
2) Kepala ditundukkan kemudian kaki menolak ke belakang.
3) Pada saat panggul mengenai matras, kedua tangan
siap menolak.
4)
Kaki segera diayunkan ke belakang melewati
kepala, dengan dibantu
oleh kedua tangan menolak
kuat dan kedua
kaki dilipat sampai
ujung kaki dapat mendarat di atas matras, ke sikap jongkok
![]() |
Gambar 6.4 Aktivitas
pembelajaran gerakan guling ke belakang
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan gerakan guling ke belakang, kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
a)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
b)
Membandingkan gerakan yang kamu
lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan
mana yang paling mudah kamu lakukan.
c)
Menanyakan atau mendiskusikan dengan
guru atau teman bila ada kesulitan
av.itaAs pketimbelajaran variasi-variasi guling belakang
Sama seperti guling depan, memvariasikan guling belakang dapat dilakukan
dengan cara membedakan sikap manual,
sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dari
gulingannya.
![]() |
Amati peragaan cara melakukan variasi-variasi gerakan guling belakang berikut ini.
Gambar
6.5 Aktivitas pembelajaran cara melakukan variasi gerakan guling ke belakang
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan
gerakan variasi guling ke belakang, kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
bes.alKahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling belakang
Kesalahan-kesalahan yang sering
dilakukan saat melakukan guling belakang adalah berikut ini:
1) Sikap tubuh kurang bulat,
sehingga keseimbangan tubuh kurang sempurna saat mengguling ke belakang.
s2a)tu Stanaghan yang menumpu kurang kuat
atau bukan
telapak tangan yang digunakan
untuk menumpu di atas matras.
3) Tangan yang digunakan untuk menolak kurang kuat, sehingga
tidak bisa mengguling ke belakang.
4) Kepala menoleh ke samping, akibatnya posisi mengguling tidak
sempurna (menyamping).
5)
Mendarat dengan
menggunakan lutut, sehingga mengganggu keseimbangan.
vc.itaAs pketimbelajaran memberi bantuan guling belakang
Amati peragaan cara memberikan
bantuan gerakan guling belakang berikut ini.
1)
Menopang dan
mendorong pinggang ke arah guling (ke belakang).
2) Mengangkat panggul kamu dan membawanya ke arah guling.
![]() |
Gambar
6.6 Aktivitas pembelajaran cara memberikan bantuan guling ke belakang
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan cara memberikan bantuan
guling ke belakang, kemudian bandingkan
hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau
teman bila ada kesulitan.
3v.itaAs kPteimbelajaran Gerakan Guling Lenting
a.
Cara
melakukan gerakan guling lenting (neckspring)
Guling lenting
adalah suatu gerakan lenting badan ke atas depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua
tangan, dari sikap setengah guling
ke belakang atau setengah guling
ke depan dengan
kedua kaki rapat dan lutut lurus.
Amati dan peragakan gerakan guling lenting
berikut ini.
1)
Sikap awal
a)
Berdiri tegak
dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan
diangkat lurus. Letakkan kedua tangan di lantai kira-kira satu langkah dari kaki.
b)
Kemudian letakkan tengkuk di antara
kedua tangan sambil
mengambil sikap guling depan.
c)
Kedua kaki
dijaga agar tetap lurus.
2)
Sikap pelaksanaannya
a) Ketika posisi untuk guling
depan telah tercapai, segera gulingkan badan ke depan.
b)
Saat badan
sudah berada di atas kepala,
kedua kaki dari
belakang segera dilecutkan
ke depan lurus dibantu oleh kedua tangan menolak pada lantai.
c)
Lecutan ini menyebabkan badan melenting ke depan. untuk memberikan
dorongan sehingga badan terangkat
3)
Sikap akhir
a)
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendarat.
b)
Badan tetap
melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus.
c)
Gerakan
akhir adalah berdiri tegak
![]() |
Gambar 6.7 Aktivitas
pembelajaran gerakan guling lenting
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan
gerakan guling lenting, kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau
teman bila ada kesulitan.
b. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerakan
guling lenting (neckspring)
1) Aktivitas pembelajaran tahap 1: guling lenting
Amati dan
peragakan gerakan pembelajaran tahap 1 guling lenting berikut ini.
Gambar
6.8 Aktivitas pembelajaran tahap 1 gerakan guling
lenting
Tidur terlentang, kedua kaki lurus dan rapat, kedua tangan di samping telinga menumpu pada matras. Angkat kedua kaki ke belakang
kemudian lemparkan kedua kaki ke
atas-depan, mendarat atas kedua ujung kaki dengan mengangkat panggul, pinggang tinggi dari lantai (membusur).
Bagi kamu yang
belum dapat mengangkat panggul, pinggang tinggi membusur, maka kedua tangan
dapat dipakai sebagai penopangnya.
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan pembelajaran 1 gerakan
guling lenting, kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
1) Merasakan gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau
teman bila ada kesulitan.
2v)itaAs pketimbelajaran tahap 2: guling lenting
Amati dan peragakan gerakan
pembelajaran tahap 2 guling lenting berikut ini.

Gambar 6.9 Aktivitas
pembelajaran tahap 2
gerakan guling lenting
Melakukan kip
dengan dibantu oleh dua orang teman. Tiap teman berdiri
di satu sisi dengan memegang satu tangan kamu yang melakukan. Pada saat gerakan kip, kedua teman bersama-sama membantu
mengangkat kedua tangan tersebut ke arah depan-atas.
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan pembelajaran 21 gerakan
guling lenting, kemudian bandingkan hasil pengamatanmu dengan cara berikut:
a)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
b)
Membandingkan gerakan yang kamu
lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan
mana yang paling mudah kamu lakukan.
c)
Menanyakan atau mendiskusikan dengan
guru atau teman
bila ada kesulitan.
3v)itaAs Pketimbelajaran Tahap 3: Guling Lenting
ini.
Amati dan peragakan gerakan
pembelajaran tahap 3 guling lenting
berikut
Melakukan aktivitas pembelajaran seperti aktivitas pembelajaran 1, tetapi
gerak
lentingan hingga badan terangkat.
![]() |
Gambar 6.10 Aktivitas
pembelajaran tahap 3 gerakan guling lenting
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan pembelajaran 3 gerakan
guling lenting, kemudian bandingkan hasil
pengamatanmu dengan cara berikut:
a)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
b)
Membandingkan gerakan yang kamu
lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan
mana yang paling mudah kamu lakukan.
c)
Menanyakan atau
mendiskusikan dengan guru
atau teman bila
ada kesulitan.
4) Aktivitas pembelajaran tahap 4: guling lenting
Amati dan peragakan gerakan
pembelajaran tahap 4 guling lenting berikut ini.

Gambar 6.11 Aktivitas
pembelajaran
tahap 4 gerakan guling lenting
Lakukan aktivitas pembelajaran 3 dilakukan di atas peti lompat
atau matras yang disusun
tinggi ± 50/80 cm. Pembelajaran dilakukan dengan diawali setengah guling depan,
lakukan dengan bantuan teman saat pendaratan.
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan
teman maupun guru. Lakukan
pembelajaran 4 gerakan guling lenting,
kemudian bandingkan hasil pengamatanmu
dengan cara berikut:
a)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
b)
Membandingkan gerakan yang kamu
lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan
mana yang paling mudah kamu lakukan.
c)
Menanyakan atau
mendiskusikan dengan guru
atau teman bila
ada kesulitan.
5) Aktivitas pembelajaran tahap 5: guling lenting
Amati dan peragakan gerakan
pembelajaran tahap 5 guling lenting berikut ini.
Aktivitas pembelajaran 3 diulangi
dengan lambat laun merendahkan peti lompat/matras yang disusun,
hingga rendah sekali
dan akhirnya di atas lantai.
![]() |
Gambar 6.12 Aktivitas
pembelajaran tahap 5 gerakan guling lenting
Diskusikan hasil
pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan pembelajaran 5 gerakan
guling lenting, kemudian bandingkan hasil
pengamatanmu dengan cara berikut:
a)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
b)
Membandingkan gerakan yang kamu
lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan
mana yang paling mudah kamu lakukan.
c)
Menanyakan atau mendiskusikan dengan
guru atau teman
bila ada kesulitan.
ce.salKahan-kesalahan yang sering terjadi pada aktivitas pembelajaran guling lenting
Kesalahan-kesalahan
yang sering terjadi saat melakukan aktivitas pembelajaranguling lenting antara
lain sebagai berikut:
1)
Pada saat
kedua kaki dilemparkan, kedua lutut bengkok.
2)
Kedua kaki
terbuka/tidak rapat.
3)
Badan kurang
melenting, atau terlalu melenting (membusur).
4)
Kurang
tolakan tangan.
C.
Aktivitas
Pembelajaran Rangkaian Senam Lantai
Tujuan
rangkaian gerakan senam lantai adalah untuk mengkombinasikan teknik senam
lantai yang telah dipelajari. Setelah kamu melakukan rangkaian gerakan senam
lantai, coba rasakan rangkaian gerakan senam lantai yang mana mudah dan sulit
dilakukan. Mengapa gerakan tersebut mudah dan sulit dilakukan? Temukan
permasalahan tersebut, kemudian lakukan kembali gerakan-gerakan tersebut.
Rangkaian gerakan senam lantai dapat dilakukan
dengan cara: perorangan dan berpasangan. Dalam melakukan rangkaian gerakan senam lantai, kamu
diharapkan dapat menunjukkan nilai-nilai
sikap seperti: sportivitas, kerja
sama, tanggung jawab, dan disiplin.
Bentuk-bentuk
rangkaian gerakan senam lantai antara lain berikut ini.
1v.itaAs pketimbelajaran
rangkaian gerakan guling
depan dan guling belakang
Amati dan peragakan rangkaian gerakan guling depan
dan guling belakang senam lantai berikut ini.
![]() |
|||||
Gambar 6.13 Aktivitas
pembelajaran rangkaian gerakan guling depan dan guling belakang


1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau
teman bila ada kesulitan.
v2.itaAs kpteimbelajaran rangkaian
gerakan guling
belakang dan guling lenting

Amati dan peragakan rangkaian gerakan guling belakang dan
guling lenting senam lantai berikut
ini.![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||
Diskusikan hasil pengamatanmu, baik dengan teman maupun guru. Lakukan
rangkaian gerakan guling belakang
dan guling lenting,
kemudian bandingkan hasil
pengamatanmu dengan cara berikut:
1)
Merasakan
gerakan yang kamu lakukan.
2) Membandingkan gerakan yang kamu lakukan dengan hasil pengamatan
dan gerakan mana yang paling mudah kamu lakukan.
3) Menanyakan atau mendiskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
3v.itaAs pketimbelajaran
rangkaian gerakan guling
depan dan guling lenting
Amati dan peragakan rangkaian
gerakan guling depan
dan guling lenting senam lantai berikut ini.
![]() |
![]() |
![]() |
|||||
Gambar 6.15 Aktivitas
pembelajaran rangkaian gerakan guling depan dan guling lenting
Buatlah kesimpulan
dan catatan tentang materi pembelajaran aktivitas enam lantai yang telah dipelajari dalam buku catatanmu.
Penilaian Pelajaran 6
Penilaian Pengetahuan Tugas Individu
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau
d yang merupakan jawaban paling benar. Kerjakan di rumah dan dikumpulkan
pada pertemuan berikutnya.
|
||||||||||||||||||||||
a.
berdiri b. duduk
c. berjongkok d. berbaring
4.
Menggelundung
ke belakang, posisi badan tetap harus membulat yaitu kaki dilipat, lutut
tetap melekat di dada, kepala
ditundukkan sampai dagu menempel di dada dinamakan . . . .
a.
guling lenting b. meroda
c. guling ke depan d. guling ke belakang
5.
Posisi badan saat akan melakukan gerakan
berguling belakang yang benar adalah . . . .
a.
membelakangi matras b. di depan matras
c. di
sebelah kanan matras d.
di sebelah kiri matras
6.
Sikap akhir
guling belakang pada umumnya adalah . . . .
a.
telungkup b. jongkok
c. miring/tidur d. berdiri
7.
Suatu gerakan
lenting badan ke atas depan
yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua
tangan dinamakan . . . .
a.
guling lenting b. meroda
c. guling ke depan d. guling ke belakang
8.
Saat badan
sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan ke depan lurus dibantu oleh kedua tangan mendorong
badan dengan menekan lantai, merupakan pelaksanaan gerakan . . . .
a.
guling ke depan b. guling ke belakang
c. guling lenting d. meroda
9.
Sikap
permulaan guling lenting adalah . . . .
|
a. telungkup
|
b.
|
jongkok
|
|
c. miring/tidur
|
d.
|
berdiri tegak
|
|
10. Sikap akhir guling lenting
adalah . . . .
|
|
|
|
a. telungkup
|
b.
|
jongkok
|
|
c. miring/tidur
|
d.
|
berdiri tegak
|


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar