Pencegahan Pergaulan Bebas
A.Pengertian
1. Pengertian
Pencegahan
Nomina (kata benda) proses, cara, perbuatan mencegah; pencegahan; penolakan, misalnya, usaha pencegahan kemusnahan bahasa daerah sedang diseminarkan; sedapat mungkin
dilakukan pencegahan terhadap faktor yang dapat menimbulkan
komplikasi (menurut
KBBI).
2. Pengertian
Pergaulan
Merupakan proses interaksi yang dilakukan
oleh individu dengan
individu, dapat juga oleh individu
dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk
sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan
itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu
dapat berupa kerja sama antarindividu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang
positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil,
mudah terpengaruh terhadap
bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum
tahu apakah itu baik atau tidak.
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas dari kewajiban, tuntutan, aturan, syarat dan perasaan malu, atau dapat juga diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan, (www.artikerlsiana.com). Sedangkan remaja adalah
masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa.Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18
tahun.Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan
sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang
untuk dapat dikatakan dewasa.Mereka sedang mencari pola hidup yang paling
sesuai baginya dan ini pun sering dilakukan
melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan
kekhawatiran serta
perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan
dan orang tuanya.
B.Ciri-Ciri Pergaulan Bebas
1. Penghamburan harta
untuk memenuhi hasratnya
2. Upaya mendapatkan harta dan uang dengan
menghalalkan segala cara termasuk
dari jalan yang haram dan keji
3. Menimbulkan perilaku munafik dalam
masyarakat
4. Rasa ingin tahu yang besar
5. Rasa
ingin mencoba dan merasakan
6. Terjadi perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang dihadapi.
7. Mudah mengalami
kegelisahan, tidak sabar, emosional, selalu ingin melawan, rasa malas, perubahan dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan
diri serta selalu
ingin mencoba dalam banyak hal
8. Kesukaran yang dialami timbul akibat karena keinginannya menjadi
dewasa dan berdiri sendiri dan keinginan akan perasaan aman sebagai seorang anak dalam keluarganya.
9. Banyak mengalami tekanan mental dan emosi
10. Terjerat
dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan
lain.
C.Faktor Penyebab Pergaulan Bebas
1. Faktor
Orang
Tua
Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah berubah. Sistem komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang
dengan cepat mempengaruhi anak-anak. Budaya
hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan
jaman para orang tua masih remaja
dulu. Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tua dalam era ini, dapat kita
sebutkan
antara lain sebagai berikut.
a) Faktor kesenjangan pada sebagian masyarakat kita masih terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman dalam urusan orang muda. Anak-anak muda cenderung meninggalkan orang tua, termasuk
dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara orang tua tidak menyadari kesenjangan ini sehingga tidak ada usaha
mengatasinya.
b) Faktor kekurangpedulian
orang tua terhadap pergaulan muda-mudi. Mereka cenderung menganggap bahwa masalah pergaulan adalah urusan anak-anak muda, nanti orang tua akan campur tangan ketika telah terjadi
sesuatu. Padahal ketika sesuatu itu telah terjadi, segala sesuatu sudah
terlambat.
c) Faktor ketidakmengertian kasus ini banyak terjadi pada para orang tua yang kurang menyadari kondisi jaman sekarang. Mereka merasa sudah
melakukan kewajibannya
dengan baik, tetapi
dalam urusan pergaulan anak-anaknya, ternyata tidak banyak
yang mereka lakukan. Bukannya mereka tidak peduli,
tetapi memang mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat.
d) Faktor agama dan iman. Agama dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu.
Tanpa agama hidup mereka akan kacau, karena
mereka tidak mempunyai pandangan
hidup. Agama dan keimanan
juga dapat membentuk kepribadian individu. Dengan agama individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Tetapi pada remaja
yang ikut ke dalam pergaulan bebas ini biasanya tidak mengetahui mana yang
baik dan mana yang tidak.
e) Perubahan Zaman. Seiring dengan perkembangan zaman,
kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih sering dikenal dengan globalisasi.
Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka untuk
bergaul
seperti orang
barat yang lebih bebas.
D.Penyebab Maraknya Pergaulan Bebas
di Indonesia
1. Sikap mental yang tidak sehat
Sikap mental yang tidak sehat membuat
banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak
memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun
orang tua yang menolak,
acuh tak acuh,
menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya
akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari
hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas.
2. Pelampiasan rasa kecewa
Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan
dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun
terlalu membebaskan, sekolah
yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun
dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat),
lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh
oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa
tidak nyaman
dalam lingkungan hidupnya.
3. Kegagalan remaja
menyerap norma
Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.

Gambar 9.1. Akibat pergaulan bebas
E.Dampak
Pergaulan Bebas
Terjadinya
pergaulan bebas memberikan pengaruh besar bagi diri sendiri, orang tua, masyarakat dan juga Negara.Dampak yang ditimbulkan dari pergaulan bebas antara lain sbb.
1. Seks
bebas
2. Ketergantungan obat/narkoba
3. Menurunnya
tingkat kesehatan
4. Merenggangnya
hubungan keluarga
5. Menurunnya
prestasi
F. Solusi Pencegahan
Pergaulan Bebas
Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun
kata-kata tersebut sering ‘didengungkan’ tetap saja masih banyak remaja yang
melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selain daripada solusi di atas
masih
banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Memperbaiki Cara
Pandang
Memperbaiki cara pandang dengan mencoba
bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”. Maksudnya adalah
sebaiknya remaja dididik dari
kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga
apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif.
2. Menjaga Keseimbangan Pola
Hidup
Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam
kegiatan sehari-hari serta mengisi
waktu luang dengan kegiatan positif.
3. Jujur pada Diri Sendiri
Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing, sehingga pergaulan bebas tersebut dapat
dihindari. Jadi
dengan ini remaja
tidak menganiaya emosi dan diri mereka
sendiri.
4. Memperbaiki Cara
Berkomunikasi Memperbaiki cara berkomunikasi dengan
orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat. Untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan
komunikasi yang baik
dengan orang-orang
di sekeliling kita.
5. Perlunya Remaja Berpikir untuk Masa Depan
Jarangnya
remaja
memikirkan masa depan.
Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti
jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu
yang lebih baik?” kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan
positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang
untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya.
6. Menanamkan
Nilai Ketimuran
Kalangan remaja kita kebanyakan sudah tak mengindahkan lagi pentingnya nilai-nilai ketimuran. Tentu saja nilai ketimuran ini selalu berkaitan dengan nilai keimanan
yang juga membentuk
akar budaya ketimuran. Nilai yang
bersumberkan pada ajaran spiritualitas agama ini perlu dipegang.
Termasuk meningkatkan derajat keimanan dan moralitas pemeluknya. Dengan dipegangnya nilai-nilai ini, harapannya mereka khususnya kalangan
muda akan berpikir seribu
kali untuk terjun
ke pergaulan bebas.
7. Mengurangi
Menonton Televisi Televisi idealnya bisa menjadi
sarana mendapatkan informasi yang mendidik dan bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun, kenyataannya, saat
ini harapan itu sangat jauh.
Televisi kita terutama stasiun televisi swasta,
mereka lebih banyak menampilkan acara hiburan, maupun sinetron-sinetron
yang menawarkan nilai-nilai gaya hidup bebas, hedonis. Begitu
juga beragam tayangan infotainment yang kadang menayangkan acara perselingkuhan, sex
bebas di
kalangan artis.
Dengan demikian, kisah pergaulan bebas bukan menjadi hal yang tabu lagi. Makanya, tak ada langkah yang lebih manjur selain mengurangi menonton
televisi ini karena lambat laun otak akan teracuni oleh nilai-nilai yang sebenarnya
sangat negatif. Untuk mendapatkan informasi, kalangan
muda bisa mengalihkan perhatian dengan membaca koran, majalah maupun buku-buku. Pekerjaan yang
agak berat memang, tapi jauh lebih produktif daripada kebanyakan menonton televisi yang tidak jelas dan cenderung merusak
akal sehat dan pikiran.
8. Banyak Beraktivitas secara Positif
Cara ini menurut berbagai penelitian sangat efektif dijalankan. Pergaulan bebas, biasanya dilakukan
oleh kalangan muda yang mempunyai
banyak waktu longgar, banyak waktu bermain, bermalam minggu. Nah, untuk mengantisipasi
hal tersebut, mengalihkan waktu untuk kegiatan lewat hal-hal positif perlu terus
dikembangkan. Misalnya dengan melibatkan anak muda dalam organisasi- organisasi sosial, menekuni hobinya
dan mengembangkannya menjadi
lahan bisnis yang menghasilkan, maupun mengikuti
acara-acara anak-anak muda. Dengan demikian,
waktu mudanya akan tercurahkan untuk hal-hal positif dan sedikit waktu untuk memikirkan hal-hal negatif seperti pergaulan bebas tersebut.
9. Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas
Di
kalangan muda, pergaulan bebas sering dilakukan
karena bisa jadi mereka tidak tahu akibat yang ditimbulkannya. Seperti misalnya penyakit kelamin yang mematikan. Informasi-informasi mengenai
bahaya yang ditimbulkan akibat pergaulan bebas ini perlu terus disebarkan di kalangan
pemuda. Harapannya,
mereka juga punya informasi sebagai bahan pertimbangan
akal sehatnya. Jika informasi tersebut belum didapatkan ada kemungkinan mereka akan terus melakukan
pergaulan bebas semau mereka. Tapi, kalau informasi sudah didapatkan namun mereka tetap nekad
melakukannya persoalan lain lagi. Sepertinya perlu ada penanganan khusus, apalagi yang sudah terang-terangan bangga
melakukan pergaulan
bebas.
10. Menegakkan Aturan Hukum
Bagi yang bangga tersebut, tak ada hal lain yang bisa menghentikan selain adanya perangkat hukum dan aturan hukum yang bisa menjeratnya. Setidaknya sebagai efek jera. Yang demikian harus dirumuskan dan dilaksanakan melalui
hukum yang berlaku di negara kita. Langkah ini sebagai benteng terakhir untuk menyelamatkan anak-anak muda dari amoralitas karena perilaku pergaulan bebas yang lambat laun otomatis akan merusak bangsa
ini.
G.Faktor yang Memengaruhi Pergaulan Remaja
Sebagai makhluk sosial, individu
di tuntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan
mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Begitu
juga dengan pergaulan pada remaja, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi antara
lain sebagai
berikut.
a) Kondisi
fisik
b) Kebebasan Emosional
c) Interaksi sosial.
d) Pengetahuan terhadap kemampuan diri
e) Penguasaan diri terhadap
nilai-nilai moral dan agama
H.Cara Menghindari
Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar
Dewasa ini banyak
sekali Remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, terutama sekali di kalangan Pelajar / mahasiswa. Pemakaian narkoba hingga budaya seks bebas adalah salah satu dampak
yang di timbulkan
oleh pergaulan bebas,
Jadi bagi para remaja hal semacam ini sudah patut di hindari agar jangan sampai
terjerumus
ke pergaulan bebas tersebut.
Remaja adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan membangun Indonesia lebih baik dan lebih maju lagi, jadi bila pergaulan bebas ini sudah membudaya, maka hal tersebut perlu kita cegah agar jangan
sampai bangsa Indonesia ini rusak oleh para remaja yang bertindak tidak senonoh hingga
merusak diri mereka sendiri dan juga merusak negaranya sendiri.
Lingkungan keluarga adalah
lingkungan yang berperan penting dalam memberikan pondasi yang kuat bagi para remaja. pada masa ia masih kecil
sebenarnya harus di berikan perhatian yang lebih agar nantinya ketika
sudah dewasa tidak sampai
terjerumus dalam pergaulan bebas. berikut adalah
cara menghindari / mengatasi pergaulan bebas di kalangan pelajar.
1. Ingat kepada orang tua
Agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maka penting untuk kita selalu mengingat orang tua, dimana ia telah bersusah payah memperjuangkan
kita untuk bersekolah agar menjadi orang yang baik dan juga sukses. maka
disanalah kita untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat membuat kita terjerumus dalam hal yang tidak baik. bila sudah terjerumus dalam hal yang
tidak baik lihatlah
dan pikirkanlah bagaimana perasaan orang tua mu, mereka pasti sangat
kecewa dan sedih atas apa yang telah
kamu perbuat.
2. Perbanyak
aktivitas yang positif
Untuk menghindari pergaulan yang tidak baik maka hal yang penting
untuk dilakukan adalah sibukan diri
dengan perbuatan yang positif. misalnya banyak dalam organisasi yang baik dan melakukan hal-hal yang bersifat positif. dengan
menyibukan diri oleh hal-hal yang positif maka akan dapat membuat diri terhindar dari
perbuatan yang tidak baik, seperti
pergaulan bebas.
3. Menaati aturan
hukum yang berlaku
Dalam pemerintahan kita ini tentu sudah banyak sekali aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah agar remajanya tidak sampai terjerumus dalam pergaulan bebas, maka sudah sepatutnya sebagai remaja untuk menegakan hukum yang
berlaku itu agar jangan sampai terjerumus dalam
pergaulan bebas yang nantinya
dapat memberikan
dampak negatif bagi diri sendiri.
4. Bergaul dengan orang yang baik
Pergaulan sangat berperan sekali bagi para remaja, bila salah dalam memilih pergaulan maka akan lebih mudah untuk
terjerumus dalam
hal-hal yang tidak baik. oleh karenanya pilihlah
teman bergaul yang baik agar prilaku kita semakin baik
pula.
I. Prinsip-Prinsip Etika Pergaulan
Remaja
1. Hak
dan kewajiban
Hak kita memang layak untuk kita tuntut,
tapi juga jangan sampai meninggalkan kewajiban kita
sebagai
makhluk sosial.
2. Tertib
dan disiplin
Selalu tertib dan disiplin dalam melakukan setiap aktivitas. Disiplin waktu biar
tidak keteteran.
3. Kesopanan
Senantiasa menjaga sopan santun,
baik dengan teman sebaya atau
orang tua dan juga guru dimanapaun dan kapanpun.
4. Kesederhanaan
Bersikaplah sederhana.
5. Kejujuran
Jujur akan membawa kita ke dalam kebenaran. Bersikap jujurlah walau itu pahit.
6. Keadilan
Senantiasa bersikap adil dalam bergaul. Tidak
membeda-bedakan teman.
7. Cinta Kasih
Saling mencintai dan menyayangi teman kita agar terhindar dari
permusuhan.
8. Suasana
& tempat pergaulan
kita
Ini sangat penting juga buat kita untuk diperhatikan.

Gambar 9.2. Etika pergaulan.
J. Prinsip
Dasar Pergaulan
yang Sehat
Pergaulan yang sehat adalah
pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yaitu terlalu sensitif (menutup diri) atau terlalu bebas. Semestinya,
lebih ditekankan kepada hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau
guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan.
1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan dan merasa paling benar
Seperti kita ketahui
bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan manusia lain.
Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi manusia paling egois
2. Hubungan
memberikan nilai positif
bagi kedua belah pihak
Hubungan yang baik adalah hubungan
yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka di rugikan demikian sebaliknya
orang lain juga tidak suka kita
rugikan. Dari itulah salah satu dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan
sampai kita berpikir untuk merugikan orang
lain
3. Saling menghormati dan menghargai
Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di hargai dan di hormati orang lain, maka kita harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai dan menghormati orang lain ini bisa di lakukan
dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati pendapat orang lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain,
menghargai dan menghormati adat
istiadat orang lain, menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain dan
sebagainya.
4. Tidak berprasangka
buruk
Agama manapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain. Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan
antara kita dengan orang
lain.
5. Saling memahami perbedaan
Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi psikologis, ras, suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki
keunikan tersendiri, karena hal inilah kita harus
memahami perbedaan tersebut.
6. Saling memberikan
nasihat
Orang bijak berkata teman yang baik adalah
teman yang selalu mengajak
ke jalan yang baik dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan yang sehat. Dengan saling memberikan nasehat, kita secara tidak
langsung, menjalin
hubungan yang lebih sehat bukan hanya untuk dunia saja, tapi
juga untuk akhirat kelak.
Tips :
* Hindari dari
pergaulan bebas dikalangan remaja atau para pelajar.
* Patuhi norma-norma agama dan adat istiadat yang baik di lingkungan sekolah. rumah
dan masyarakat.
* Jauhilah tempat-tempat prostitusi
atau lokalisasi PSK (Pekerja
Sek Komersial).
* Jauhilah dari
minum-minuman keras dan penggunaan Narkoba.
Pilihan
Ganda
Jawab soal berikut dengan memberikan tanda silang (X). Untuk jawaban yang benar diberi
skor
= 1, bila salah diberi skor = 0
1. Yang dimaksud dengan pencegahan pergaulan
bebas, adalah..
a) pencegahan terhadap faktor
yang dapat menimbulkan komplikasi
b) pengobatan terhadap faktor yang dapat menimbulkan komplikasi
c) penanggulangan terhadap faktor
yang dapat menimbulkan komplikasi
d) perawatan terhadap faktor yang dapat menimbulkan komplikasi
2. Yang dimaksud
dengan pergaulan,
adalah ......
a) proses
interaksi yang dilakukan oleh kelompok dengan individu
b) proses
interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu,
c) proses
interaksi yang dilakukan oleh individu tertentu
d) proses interaksi yang dilakukan hanya oleh kelompok
3. Salah
satu faktor penyebab
pergaulan bebas dari
faktor
orang tua, adalah ......
a) orang tua dianggap
ketinggalan zaman
b) orang tua dianggap lebih maju dari remaja
c) orang tua dan remaja dianggap
ketinggalan zaman
d) remaja
dianggap ketinggalan zaman
4. Salah
satu indikasi ciri-ciri pergaulan bebas
pada remaja, adalah ......
a) adanya indikasi
tekanan ekonomi
b) adanya indikasi tekanan mental dan emosi
c) adanya indikasi
tekanan sosial.
d) adanya
indikasi tekanan fisik.
5. Salah satu pengaruh jangka panang terhadap
fisik pengguna NAPZA, adalah ….
a) tidak peduli terhadap
kesehatan
b) peduli terhadap
lingkungan
c) peduli terhadap
kesehatan
d)
peduli terhadap orang lain
6. Salah
satu dampak pergaulan bebas
pada masyarakat luas, adalah ......
a) penyebaran
penyakit HIV/AIDS
b) penyebaran
penyakit kanker
c) penyebaran
penyakit paru-paru
d) penyebaran
penyakit kusta
7. Salah satu alasan pencegahan pergaulan bebas penting
diajarkan kepada para remaja, adalah .......
a) untuk memelihara tegaknya nilai-nilai moral
b) untuk
memelihara ketentraman keluarga
c) untuk memelihara tegaknya nilai-nilai keadilan
d) untuk memelihara tegaknya nilai-nilai
kekeluargaan
8. Salah
satu prinsip dasar pergaulan yang sehat,
adalah…
a) tidak berprasangka buruk
b) penguasaan
diri terhadap nilai-nilai moral dan agama
c) cinta kasih
d) kesederhanaan
9. Salah
satu penyebab maraknya pergaulan
bebas, adalah…
a) sikap mental yang sehat
b) sikap
mental yang tidak sehat
c) sikap mental yang tidak stabil
d) sikap
mental yang yang labil
10. Salah
satu cara untuk menghindari pergaulan bebas secara prevrentif,
adalah .....
a) hindari dari diri
pergaulan bebas
b) hindari
dari pergaulan sosial
c) mengasingkan diri dari
pergaulan
d) menjauhi tempat-tempat prostitusi
11. Penyakit AIDS adalah
jenis penyakit yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia, penyebab
penyakit ini adalah, adalah .......
a) virus HIV
b) sebangsa jamur
c) bakteri
coli
d) amoeba
12. Gejala
yang timbul akibat infeksi penyakit
AIDS, adalah .......
a. menurunnya kekebalan tubuh
b. meningkatnya kekebalan tubuh
c. menurunnya kesegaran jasmani
d. meningkatnya kesegaran jasmani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar